IHSG 19 Januari Sesi 1 Tergerus Kekuatiran Tiongkok dan Harga Minyak Mentah

250

Memasuki sesi 1 Selasa (19/01), IHSG retreat di zona merah, turun -10,47 poin atau -0,23% pada 4470,81. Pelemahan IHSG tertekan kekuatiran perlambatan ekonomi dengan melemahnya data pertumbuhan ekonomi Tiongkok dan merosotnya harga minyak mentah.

Tingkat pertumbuhan ekonomi Tiongkok melambat ke level terendah sejak tahun 2009 dari 6,9 persen pada tahun 2015, menimbulkan kembali kekhawatiran tentang kesehatan ekonomi negara terbesar kedua di dunia ini. Ekonomi Tiongkok tumbuh 6,8 persen pada kuartal keempat 2015 dari periode yang sama tahun lalu, data resmi menunjukkan pada Selasa (19/01).

Produksi industri naik 5,9 persen pada Desember dari tahun sebelumnya, dibandingkan dengan 6 persen estimasi median dari analis untuk hasil November pada 6,2 persen. Penjualan ritel meningkat 11,1 persen dari tahun sebelumnya, dibandingkan dengan 11,3 persen yang terlihat oleh para ekonom. Investasi tetap aset tidak termasuk daerah pedesaan diperluas 10 persen tahun lalu, laju terlemah sejak tahun 2000.

Sekalipun hasil yang merosot, namun bursa Shanghai tetap positif, berada di zona hijau pada pergerakan siang ini. Demikian juga indeks-indeks kawasan utama berada di zona positif, kecuai indeks Nikkei yang naik turun dan terpantau siang ini di zona merah.

Sementara itu dalam perdagangan sesi Asia, harga minyak mentah terus alami penurunan. Harga inyak mentah berjangka WTI berada pada $29.14 per barel, turun 28 sen. Sedangkan harga minyak mentah Brent turun di posisi $28.84 per barel.

Pada sesi 1 siang ini tercatat 108 saham menguat, sedangkan 116 saham melemah. Enam sektor berada di zona merah. Sampai siang ini terjadi transaksi perdagangan sebanyak 1,40 miliar saham dengan nilai mencapai 1,36 triliun, dengan frekuensi perdagangan sebanyak 92,759 kali.

Tercatat dana asing yang keluar pasar modal Indonesia mencapai lebih dari Rp 132,37 miliar.

Siang ini terpantau kurs Rupiah menguat, naik 0,22 persen 13,895 terhadap dollar AS. Namun penguatan rupiah belum mampu menguatkan IHSG.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan IHSG masih berpotensi menguat terbatas merespon penguatan Rupiah dan positifnya bursa Tiongkok. IHSG diperkirakan akan bergerak dalam kisaran Support 4439-4403, dan kisaran Resistance 4504-4535.

 

Freddy/VMN/VBN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here