Akhir IHSG 20 Januari Tertekan Pelemahan Bursa Asia dan Eropa

219

Indeks Harga Saham Gabungan pada penutupan perdagangan Rabu (20/01), berakhir negatif, ditutup turun -1,42% pada 4427,99. Sementara itu indeks saham unggulan LQ45 ditutup turun -1,70% ke posisi 769.13. Pelemahan IHSG terpengaruh pelemahan bursa Asia dan Eropa.

Bursa Asia pada penutpan perdagangan Rabu sore (20/01) ditutup turun. Semua indeks utama kawasan Asia berada di zona merah. Tekanan kekuatiran perlambatan global, Tiongkok dan minyak mentah, menjadi sentimen negatif pemicu merosotnya bursa Asia.

Sementara itu, bursa Eropa juga dibuka negatif tertekan melemahnya bursa Asia dan harga minyak mentah.

Sedangkan dari domestik, kurs Rupiah sore ini berakhir turun 0,76% pada 13,940.

Pada penutupan perdagangan saham Indonesia sore ini terpantau 83 saham menguat dan 208 saham melemah. Terjadi perdagangan saham sebanyak lebih dari 3,58 miliar saham dengan nilai mencapai lebih dari 4,41 triliun rupiah, dengan frekuensi perdagangan sebanyak lebih dari 209.834 kali.

Tercatat dana asing yang keluar pasar modal Indonesia mencapai dari Rp 276,59 miliar.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan pada perdagangan saham selanjutnya berpotensi melemah terbatas merespon potensi pelemahan global, Tiongkok dan minyak mentah. Namun diharapkan ada dorongan domestik berupa penguatan Rupiah dan optimisme ekonomi sehingga dapat mengangkat IHSG. IHSG diperkirakan akan bergerak dalam kisaran Support 4393-4359, dan kisaran Resistance 4463-4500.

 

Freddy/VBN/VMN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here