Dollar Akhir Sesi Asia 20 Januari Masih Lemas

239

Pasar keuangan global sedang meradang oleh proyeksi buruk IMF terhadap pertumbuhan ekonomi global tahun 2016, melanjutkan kepanikan akan anjlok harga minyak mentah dan juga pelemahan data PDB Tiongkok pada kuartal terakhir dan sepanjang tahun 2015. Akibatnya pasar sedang alihkan aset resiko mereka ke aset safe haven.

Dari pantauan perdagangan pasar spot siang ini, hampir semua aset resiko  kecuali yang safe haven alami penurunan yang cukup signifikan. Dan di pasar forex sendiri, dollar anjlok cukup parah yang diikuti oleh aussie dollar dan juga poundsterling. Lalu yang mendapatkan keuntungan dengan kondisi ini yaitu perdagangan yen, euro dan juga emas.

Malam ini pada sesi Amerika terdapat beberapa data ekonomi AS yang dirilis, dimana dari 3 data yang penting hanya 2 data diperkirakan stabil sedang data building permits diperkirakan memburuk. Data yang diperkirakan stabil tersebut data CPI dan Housing Start, dan jika data-data ini positif dollar AS berpotensi rebound kembali.

Untuk pergerakannya di pasar spot terkini, indeks dollar yang mengukur kekuatan dollar AS terhadap rival utamanya bergerak lemas  setelah dibuka   pada 99,10  awal sesi Asia, dan  kini bergerak pada kisaran 98,77 (10:30:00 GMT). Untuk pergerakan selanjutnya analyst Vibiz Research Center memperkirakan indeks bergerak dalam kisaran support 98,63-98,45 serta kisaran resisten pada 99,20-99,51.

 

 

Joel/VMN/VBN/Senior Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here