Harga Kakao ICE Menguat Terpicu Penuruan Pasokan dan Peningkatan Permintaan

205

Harga kakao berjangka ICE Futures menguat pada penutupan perdagangan Rabu dinihari (20/01). Pendorong kenaikan harga terpicu penurunan pasokan dan meningkatnya permintaan.

Data mingguan yang dirilis Senin oleh Reuters menunjukkan perkiraan kedatangan kargo di pelabuhan Pantai Gading dalam perjalanan mereka untuk mengekspor turun 33% dalam pekan yang berakhir 17 Januari dari minggu sebelumnya. Pantai Gading adalah produsen kakao terbesar di dunia.

Angka-angka ekspor tersebut muncul hanya beberapa hari setelah Asosiasi Kakao Eropa merilis data yang menunjukkan peningkatan tanda-tanda permintaan komersial. Kelompok itu mengatakan penggilingan (grindings) kakao naik 6% pada kuartal keempat atas tingkat tahun lalu untuk 342.400 tons–tingkat tertinggi sejak kuartal pertama 2014. Kekuatan permintaan khusus datang dari Jerman. Asosiasi Eropa adalah salah satu dari tiga badan global yang melaporkan grindings setiap kuartal, dengan yang lain di Amerika Utara dan Asia. Amerika Utara diharapkan untuk melaporkan data Kamis.

Grinding adalah proses dimana produsen komersial menghancurkan biji kakao panggang menjadi cocoa butter, yang akhirnya berubah menjadi cokelat. Data adalah ukuran tonase dalam proses pabrik dan dipandang sebagai tanda untuk permintaan.

Di akhir perdagangan dini hari tadi harga kakao berjangka kontrak Maret 2016 yang merupakan kontrak paling aktif terpantau ditutup dengan membukukan peningkatan. Harga komoditas tersebut ditutup naik sebesar 29 dollar atau 1,00 persen pada posisi 2.900  dollar per ton.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa harga kakao berjangka untuk perdagangan selanjutnya akan bergerak dalam kecenderungan menguat dengan masih adanya hambatan produksi di negara produsen.

Untuk perdagangan selanjutnya harga kakao berjangka di ICE Futures New York berpotensi untuk mengetes level resistance pada posisi 2.950 dollar. Jika level resistance tersebut berhasil ditembus level selanjutnya adalah 3.000 dollar. Sedangkan level support yang akan dites jika terjadi koreksi ada pada 2.850 dollar dan 2.800 dollar.

 

Freddy/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here