IHSG 20 Januari Sesi 1 Tertekan Pelemahan Bursa Asia

512

Memasuki sesi 1 Rabu (20/01), IHSG masih berada di zona merah, turun -12,06 poin atau -0,27% pada 4479,68. Pelemahan IHSG tertekan negatifnya bursa Asia dengan sentimen diturunkannya proyeksi pertumbuhan global dan Tiongkok, juga pelemahan minyak mentah.

Siang ini terpantau semua indeks utama kawasan Asia berada di zona merah. Pelemahan bursa Asia menekan pergerakan IHSG siang ini.

Pada hari Selasa, Dana Moneter Internasional memangkas proyeksi pertumbuhan global untuk ketiga kalinya dalam satu tahun, kali ini menjadi 3,4 persen untuk tahun ini, mengatakan pemerintah harus mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan permintaan. Dikatakan pertumbuhan di Tiongkok ekonomi terbesar kedua di dunia, akan melambat menjadi 6,3 persen tahun ini dan 6 persen tahun depan. Sebelumnya pada hari itu, Tiongkok melaporkan pertumbuhan tahun 2015 pada 6,9 persen, turun dari 7,3 persen pada tahun 2014.

Sementara itu, harga minyak mentah berjangka merosot lagi di perdagangan Asia Rabu pagi, dengan minyak AS jatuh ke posisi terendah sejak September 2003 di bawah $ 28 per barel di tengah kekhawatiran atas pasokan kekenyangan global.

Harga minyak mentah WTI diperdagangkan turun 46 sen ke $ 28,00 per barel pada 0136 GMT, setelah jatuh ke $ 27,92 pada awal sesi – rendah baru sejak September 2003. Sedangkan harga minyak mentah Brent berjangka turun 19 sen menjadi $ 28,57 per barel setelah menetap naik 21 sen, atau 0,7 persen, pada sesi sebelumnya. 

Pada sesi 1 siang ini tercatat 85 saham menguat, sedangkan 150 saham melemah. Tujuh sektor berada di zona merah. Sampai siang ini terjadi transaksi perdagangan sebanyak 1,54 miliar saham dengan nilai mencapai 1,80 triliun, dengan frekuensi perdagangan sebanyak 102,167 kali.

Siang ini terpantau kurs Rupiah melemah, turun 0,54 persen 13,910 terhadap dollar AS. 

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan IHSG masih berpotensi melemah terbatas merespon pelemahan bursa Asia. IHSG diperkirakan akan bergerak dalam kisaran Support 4441-4408, dan kisaran Resistance 4512-4547.

 

Freddy/VMN/VBN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here