Indeks Shanghai Berakhir Negatif Tergerus Kekuatiran Perlambatan Tiongkok

256
bursa shanghai

Pada penutupan perdagangan bursa saham Tiongkok Rabu (20/01), indeks Shanghai berakhir negatif, turun -31,22 poin, atau -1,04 persen, ke 2,976.51. Pelemahan indeks Shanghai tertekan kekuatiran perlambatan ekonomi Tiongkok dengan dipangkasnya proyeksi pertumbuhan Tiongkok oleh IMF.

Lihat : Awal Indeks Shanghai Tertekan Pemotongan Proyeksi Pertumbuhan IMF

Pada penutupan perdagangan bursa Tiongkok hari ini, Indeks Shenzhen turun 19,44 poin, atau 1,02 persen, pada 1,876.30. Sedangkan indeks CSI300 turun 48,74 poin, atau 1,51 persen, pada 3,174.37.

Pada hari Selasa, Dana Moneter Internasional memangkas proyeksi pertumbuhan global untuk ketiga kalinya dalam satu tahun, kali ini menjadi 3,4 persen untuk tahun ini, mengatakan pemerintah harus mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan permintaan.

IMF menyatakan pertumbuhan lebih lambat di pasar negara berkembang, terutama di Tiongkok, penurunan harga komoditas, dan meningkatnya suku bunga di AS sebagai potensi risiko terhadap pertumbuhan global.

 

Dikatakan pertumbuhan di Tiongkok ekonomi terbesar kedua di dunia, akan melambat menjadi 6,3 persen tahun ini dan 6 persen tahun depan. Sebelumnya pada hari itu, Tiongkok melaporkan pertumbuhan tahun 2015 pada 6,9 persen, turun dari 7,3 persen pada tahun 2014.

Bank Rakyat China (PBOC) mengatakan Selasa akan menyuntikkan lebih dari 600 miliar yuan ($ 91220000000) ke dalam sistem keuangan untuk membantu mengurangi tekanan likuiditas diharapkan sebelum liburan Tahun Baru Imlek pada awal Februari.

Sebelum pasar dibuka, PBOC menetapkan yuan tingkat mid point di 6,5578, menjaga stabilitas berikut memperbaiki sesi sebelumnya dari 6,5596.

Di tempat lain, China Securities Regulatory Badan (CSRC) mengatakan menyetujui beberapa penawaran umum perdana (IPO) di bawah aturan direvisi, yang mulai berlaku pada 1 Januari, di mana investor tidak lagi diperlukan untuk memasang proses pendaftaran modal, demikian menurut laporan.

Melawan tren pada indeks Shanghai, saham milik negara China Communications Construction naik 8,38 persen dan China Power Construction menambahkan 1,97 persen.

Namun saham bank dan properti melemah tajam. Saham Bank yang terdaftar di Shanghai turun 1,98 persen. 

Sedangkan saham China Petroleum, Petrochina dan China Oilfield ditutup mixed antara turun 0,88 dan naik 0,54 persen.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan pada perdagangan selanjutnya indeks Shanghai berpotensi melemah terbatas tertekan kekuatiran perlambatan ekonomi Tiongkok sampai dijalankan stimulus pemerintah Tiongkok untuk menguatkan ekonominya. Indeks akan bergerak pada kisaran Support menembus level 2821-2686 dan jika harga menguat akan mencoba menembus level Resistance pada 3090-3203.

 

Freddy/ VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here