Pelemahan Rupiah Rabu Siang Jadi Korban Kepanikan Pasar Global

179

Pasar keuangan global yang terpantau siang ini masih meradang sehingga aset berisiko dijual dan beralih kepada aset safe haven, dan rupiah ikut menjadi korban. Setelah rupiah dibuka negatif di awal perdagangan, Rabu siang (20/01) masih nyaman di zona merah dengan volume penurunan semakin bertambah.

Pasar keuangan global sedang meradang oleh proyeksi buruk IMF terhadap pertumbuhan ekonomi global tahun 2016, melanjutkan kepanikan akan anjlok harga minyak mentah dan juga pelemahan data PDB Tiongkok pada kuartal terakhir dan sepanjang tahun 2015. 

Pergerakan kurs Rupiah  di pasar spot siang ini melemah 0,42% dari perdagangan sebelumnya dan kini bergerak pada kisaran Rp13910/US$ setelah  dibuka lemah pada level Rp13867/US$. Pelemahan  kurs tidak mengikuti  intervensi BI yang menaikkan kurs jisdor dan juga kurs transaksi antar bank.

Kurs Jisdor yang ditetapkan Bank Indonesia  hari ini diperkuat  ke 13896  dari hari sebelumnya 13921 pada hari Selasa (18/01) sedangkan kurs transaksi antar bank menguat ke posisi 13,965.00  dari posisi 13,991.00 perdagangan sebelumnya.

Pelemahan rupiah semakin dalam siang ini juga berdampak pada aksi asing di bursa saham, setelah sempat mencetak net buy namun kini investor asing mencetak net sell hingga Rp40 miliar lebih. Dan akibatnya IHSG sesi pertama anjlok -0,3 persen ke posisi 4480.

Dan untuk pergerakan kurs Rupiah di pasar spot hari ini  berpotensi melemah  hingga akhir perdagangan sore ditengah pelemahan dollar, sehingga Analyst Vibiz Research Center memperkirakan Rupiah bergerak di level support di 13914 resistance  13804  per dollar.  

 

 

 

Joel/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor : Jul Allens

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here