Topang Bisnis Dengan Turunkan Capex, Saham SMRA Cari Tumpuan

210

Setelah berhasil mencapai 97% target marketing sales tahun 2015 sebesar Rp4,2 triliun,  PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) tidak mengubah target pada tahun 2016 dan tetap di posisi Rp4,5 triliun. Dan untuk menopang bisnisnya tersebut, SMRA hanya menganggarkan capex untuk sepanjang tahun Rp2,7 triliun sedang target tahun lalu sekitar Rp3 triliun.

Untuk kinerja keuangannya terakhir, sepanjang periode Q3 2015, SMRA berhasil membukukan laba bersih  sebesar Rp807,29 miliar atau Rp55,96 per saham atau turun 7,46 persen lebih dari periode Q3-2014  yang hanya mencapai Rp872,37 miliar atau Rp60,47 per saham . Hal tersebut disebabkan melonjaknya beban keuangan ditengah naiknya pendapatan perseroan pada periode tersebut.

Untuk kinerja sahamnya sepanjang tahun 2015,  secara teknikal  saham ini alami penguatan hingga 8 persen lebih dari akhir tahun 2014. Dan  pergerakan sahamnya di lantai bursa perdagangan saham pada hari Rabu (20/01) saham SMRA dibuka pada level 1515 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 1535. Hari ini bergerak dalam kisaran 1535-1485 dengan volume perdagangan saham sudah  mencapai 196 ribu lot saham.

Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham SMRA sejak awal tahun bergerak konsolidasi setelah sepekan terakhir sebelumnya bergerak bullish. Namun kini garis MA bergerak naik dengan  indikator  Stochastic  bergerak keluar dari jenuh jual.

Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak datar  didukung oleh +DI yang juga bergerak datar, dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya  diprediksi rekomendasi trading pekan ini pada target level resistance di level 1460 hingga target support di level 1592.

 

 

Lens Hu/VMN/VBN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here