Bursa Korsel Berakhir Tertekan Perlambatan Ekonomi Tiongkok

259
indeks kospi

Pada penutupan perdagangan bursa saham Korea Selatan Kamis (21/01), indeks Kospi ditutup turun -4,92 poin, atau -0,27 persen, pada 1840.53. Pelemahan indeks Kospi tertekan kinerja kekuatiran perlambatan ekonomi Tiongkok.

Lihat :Pergerakan Awal Indeks Kospi Dikuatkan Kenaikan Minyak Mentah

Korea Selatan, yang sangat tergantung pada ekspor untuk pendorong pertumbuhan ekonomi, telah terpukul keras oleh perlambatan Tiongkok dan melemahnya permintaan global. Ekspornya anjlok 7,9 persen, dengan angka bulanan mereka membukukan pertumbuhan negatif sepanjang tahun lalu.

Pemerintah Korea Selatan akan membuat semua upaya untuk merevitalisasi ekonomi dengan menciptakan lapangan pekerjaan, mencari mesin pertumbuhan baru dan menghidupkan kembali permintaan domestik dan ekspor, pembuat kebijakan atas ekonomi negara itu, Kamis.

“Ekonomi Tiongkok melambat untuk pertumbuhan berbagai 6 persen tahun lalu, dan Dana Moneter Internasional yang merevisi turun perkiraan pertumbuhan ekonomi dunia,” kata Menteri Keuangan Yoo Il-ho dalam pertemuan dengan menteri-ekonomi terkait di Seoul. “Tidak ada tanda-tanda hal pulih dalam waktu dekat.” Dia mengatakan, pemerintah menyadari tantangan ini dan akan melakukan yang terbaik untuk mendorong reformasi struktural maju dan renovasi ekonomi.

Pada awal pekan ini, IMF menurunkan proyeksi pertumbuhan global tahun ini sebesar 0,2 poin persentase menjadi 3,4 persen, mengutip gejolak ekonomi di Tiongkok dan ketidakpastian keuangan di seluruh pasar negara berkembang yang berasal dari harga minyak yang rendah. Ekonomi Tiongkok tumbuh 6,9 persen tahun lalu, menandai tingkat pertumbuhan terendah dalam lebih dari 25 tahun. IMF memperkirakan pertumbuhan China turun lebih lanjut untuk sekitar 6,3 persen tahun ini.

Pada bulan Oktober, Bank Of Korea merevisi perkiraan pertumbuhan untuk negara ekonomi terbesar keempat di Asia pada tahun 2016 menjadi 3,2 persen dari sebelumnya 3,3 persen. Gubernur BOK Lee Ju-yeol baru-baru ini menyatakan perlunya dilakukan revisi dengan adanya risiko penurunan bagi perekonomian.

Pada penutupan perdagangan saham sore ini, saham-saham yang menekan indeks Kospi adalah saham Bukwang Pharmaceutical yang turun -14,15%, saham Samyang turun 013,33%, saham Comtec Systems turun -9,2%, saham Korea Cast Iron Pipe Ind turun -8,04%, saham INF turun -7,56%.

Sedangkan untuk indeks kospi berjangka terpantau naik 1,20 poin atau 0,54% pada posisi 224.90, naik dari penutupan sebelumnya pada 223.70.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan indeks Kospi berpotensi melemah terbatas merespon kekuatiran perlambatan Tiongkok juga potensi merosotnya harga minyak mentah, serta belum adanya fundamental kuat yang menguatkan ekonomi domestik. Indeks Kospi diperkirakan akan bergerak dalam kisaran Support 221.94-218.83 dan kisaran Resistance 227.58-230.49.

 

Freddy/ VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here