Indeks Shanghai Berakhir Negatif, Pasar Masih Menantikan Stimulus Yang Tepat

259
indeks shanghai

Pada penutupan perdagangan bursa saham Tiongkok Kamis (21/01), indeks Shanghai berakhir negatif, turun -95,89 poin, atau -3,22 persen, ke 2880.80. Pelemahan indeks Shanghai tertekan kekuatiran perlambatan ekonomi Tiongkok dan investor masih terus mencermati stimulus yang tepat oleh pemerintah Beijing untuk menguatkan ekonominya.

Lihat :Stimulus Pemerintah Diragukan, Awal Indeks Shanghai Masih Negatif

Pada hari Selasa, Dana Moneter Internasional memangkas proyeksi pertumbuhan global untuk ketiga kalinya dalam satu tahun, kali ini menjadi 3,4 persen untuk tahun ini, mengatakan pemerintah harus mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan permintaan.

IMF menyatakan pertumbuhan lebih lambat di pasar negara berkembang, terutama di Tiongkok, penurunan harga komoditas, dan meningkatnya suku bunga di AS sebagai potensi risiko terhadap pertumbuhan global.

Dikatakan pertumbuhan di Tiongkok ekonomi terbesar kedua di dunia, akan melambat menjadi 6,3 persen tahun ini dan 6 persen tahun depan. Sebelumnya pada hari itu, Tiongkok melaporkan pertumbuhan tahun 2015 pada 6,9 persen, turun dari 7,3 persen pada tahun 2014.

Bank Rakyat China menyuntikkan 40 miliar yuan ke dalam sistem keuangan pada Kamis melalui reverse repurchase agreements (reverse repo), melanjutkan langkah sebelumnya untuk mengurangi tekanan likuiditas musiman menjelang liburan Tahun Baru Imlek.

PBOC menawarkan 11 miliar yuan senilai tujuh hari reverse repos, pada tingkat bunga 2,25 persen, dan 29 miliar yuan senilai 28-hari reverse repos, dengan tingkat bunga 2,6 persen, dalam operasi pasar terbuka, bank sentral mengatakan di situsnya.

Pergerakan ini membawa PBOC melakukan injeksi bersih dana 315 miliar yuan minggu ini.

Pada hari Selasa, bank sentral China juga menambahkan 150 miliar yuan likuiditas melalui standing lending facility (SLF), alat pinjaman jangka pendek.

PBOC menyuntikkan dana biasanya untuk meringankan krisis uang tunai musiman sebelum liburan Tahun Baru Imlek selama seminggu China, yang dimulai 8 Februari tahun ini.

Pada penutupan perdagangan saham sore ini, saham-saham Broker dan Bank tergelincir, dengan saham Citic Securities turun 4,17 persen, saham Bank of China jatuh 1,15 persen dan saham China Construction Bank turun 1,18 persen.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan pada perdagangan selanjutnya indeks Shanghai berpotensi melemah terbatas tertekan kekuatiran perlambatan ekonomi Tiongkok dan masih dinantikan stimulus yang tepat dari pemerintah Tiongkok untuk menguatkan ekonominya. Indeks akan bergerak pada kisaran Support menembus level 2680-2494 dan jika menguat akan mencoba menembus level Resistance pada 3053-3203.

 

Freddy/ VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here