Kuroda : Belum Saatnya Menjalankan Kebijakan Suku Bunga Negatif

224

Gubernur Bank of Japan Haruhiko Kuroda mengatakan dia tidak berpikir untuk mengadopsi kebijakan suku bunga negatif sekarang, menandakan bahwa setiap pelonggaran moneter lebih lanjut kemungkinan akan mengambil bentuk perluasan program pembelian aset besar-besaran saat ini.

“Ada pro dan kontra mengadopsi suku bunga negatif … The Federal Reserve tidak dan belum mengadopsi suku bunga negatif, kebijakannya berhasil merangsang ekonomi AS,” katanya kepada parlemen pada hari Kamis (21/01).

Spekulasi yang berkembang di pasar bahwa BOJ mungkin memperluas stimulus segera setelah review suku bunga minggu depan, dengan merosotnya harga minyak mendorong inflasi lebih jauh dari target 2 persen dan pasar saham global jatuh meredam kepercayaan bisnis.

Namun, Kuroda telah mempertahankan optimismenya terhadap perekonomian Jepang, mengatakan akan terus melanjutkan pemulihan secara moderat dan membantu menjaga inflasi tetap naik.

Tapi ia mengidentifikasi jatuhnya pasar global baru-baru sebagai risiko terhadap prospek ekonomi Jepang, menekankan kesiapan bank sentral untuk memperluas stimulus moneter jika diperlukan untuk memastikan pencapaian target inflasi 2 persen.

“Kami akan terus mengawasi dengan seksama bagaimana pasar bergerak baru-baru ini dapat mempengaruhi ekonomi Jepang dan harga,” kata Kuroda.

BOJ telah membuat kebijakan moneter yang stabil sejak memperluas program stimulus besar-besaran pada bulan Oktober 2014. Namun kemerosotan harga minyak dan pelemahan pengeluaran rumah tangga telah mendorong inflasi konsumen inti untuk hampir nol, mendorong bank untuk berbuat lebih banyak untuk mencapai target inflasi 2 persen.

Bank sentral disiapkan untuk memotong perkiraan inflasinya yang akan di review tingkat berikutnya minggu depan, meskipun tidak pasti apakah Kuroda akan memilih untuk menjalankan stimulus baru.

 

Freddy/VBN/VMN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here