Rupiah Kamis Berhasil Kuat Ditengah Gejolak Pasar Global

611

Hingga penutupan perdagangan pasar valas tanah air hari Kamis (20/01), penguatan  rupiah sejak awal perdagangan dibuka masih terus berlanjut ditengah gejolak yang terjadi pasar keuangan hari ini sehingga dollar ikut melemah.

Meski dengan volume yang lebih sedikit dari perdagangan sebelumnya,  aksi pasar amankan asetnya ke aset safe haven masih terjadi sehingga aset beresiko ditinggalkan. Penurunan volume hari ini terjadi akibat pasar wait and see dan menunggu data pasokan minyak yang dirilis EIA malam ini.

Pergerakan kurs Rupiah  di pasar spot sore hari menguat 0,42% dari perdagangan sebelumnya dan kini bergerak pada kisaran Rp13906/US$ setelah  dibuka lemah pada level Rp13914/US$. Penguatan kurs hari ini  tidak mengikuti  intervensi BI yang sedikit melemahkan kurs jisdor dan juga kurs transaksi antar bank.

Kurs Jisdor yang ditetapkan Bank Indonesia  hari ini sedikit dilemahkan ke 13899  dari hari sebelumnya 13896 pada hari Rabu  (20/01), sedangkan kurs transaksi antar bank melemah  ke posisi 13,968.00  dari posisi 13,965.00 perdagangan sebelumnya.

Penguatan  rupiah tidak  berdampak pada aksi asing melakukan banyak net sell di bursa saham,  jumlah net sell bertambah Rp108 miliar sehingga berdampak kuat pada penurunan  IHSG  -0,3 persen ke posisi 4414.

Dan untuk pergerakan kurs Rupiah perdagangan hari Jumat  besok,  Analyst Vibiz Research Center memperkirakan Rupiah masih akan bergerak positif oleh sentimen diatas meskipun hingga sesi berakhir dollar AS dapat naik. 

 

 

 

Joel/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor : Jul Allens

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here