TBIG Anggarkan 2 Triliun Tambah Tenant, Sahamnya Masih Terpukul

938

PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. (TBIG) yang memiliki sekitar 20 ribu tenant, pada tahun 2016 akan menambah jumlah tenant untuk penambahan pendapatan tahun ini. Untuk itu TBIG akan lakukan ekspansi menambah menara baru. Selama ini satu menara yang dimiliki TBIG di pakai sekitar 6 tenant, sehingga jika ingin menambah sekitar 1000  sampai 2000 tenant tahun ini perusahaan harus membangun sekitar 300 sampai 500 menara.

Untuk dana ekspansi yang dilakukan tahun ini, TBIG anggarkan sekitar Rp2 triliun sama seperti tahun sebelumnya. Untuk pembangunan satu  menara baru, TBIG biasanya membutuhkan dana sekitar Rp1 miliaran. Maka biaya yang akan dipakai perusahaan untuk buat menara tahun ini sekitar 300 miliar lebih, sisa dana yang sudah disiapkan nantinya akan digunakan untuk pemeliharaan menara dan membayar sebagian utang perusahaan.

TBIG menilai dengan adanya penambahan tenant, maka pendapatan perseroan juga bakal bertumbuh. Kinerja keuangan TBIG alami penurunan meski berhasil meningkatkan pendapatannya, yang dipicu oleh meningkatnya beban-beban keuangan. Laba yang didapat perusahaan pada periode Q3 sebesar Rp796,36 miliar atau Rp169,04 per saham, sedangkan periode sama tahun 2014 mencapai Rp1,138 triliun atau Rp240,18 per saham.

Pendapatan yang dicetak TBIG pada periode tersebut naik hingga 4,49% menjadi Rp2,54 triliun, setelah tahun lalu hanya mencetak Rp2,43 triliun. Namun  terjadi  peningkatan pada beban lain-lain dari Rp581,95 miliar menjadi Rp1,02 triliun, atau naik 75,41% dari Q3-2014. 

Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada hari  Kamis  (21/01) saham TBIG dibuka  pada level  5550 setelah   perdagangan sebelumnya berada di posisi 5600. Hari ini saham bergerak pada kisaran 5600-5550 dengan volume perdagangan saham baru mencapai 10 ribu lot  saham.

Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham TBIG terpantau menurun terus sejak perdagangan awal November. Kini  indikator MA  masih  bergerak turun  dan  indikator Stochastic konsolidasi di area jenuh jual.

Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak turun  didukung oleh +DI yang bergerak naik  menunjukan pergerakan TBIG dalam potensi koreksi. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi  rekomendasi  trading pekan ini pada target support di level 5510 dan level resisten di 5760.

 

 

Lens Hu/VMN/VBN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here