Bisnis Ritel Inggris Setahun Menurun, Omset Bulanan Terendah 15 Bulan

511

Ditengah gejolak pasar keuangan global pekan ini, gubernur bank sentral Inggris menyatakan belum ada agenda untuk menaikkan suku bunganya tahun ini dan tahun lalu BOE umumkan akan mempertahankan suku bunganya di level rendah hingga pertengahan tahun 2016. Dilihat secara fundamental, apa yang diputuskan BOE tersebut sangat tepat dikarenakan masih buruknya kondisi bisnis negeri ini termasuk dalam bisnis ritel.

Kantor Statistik Nasional Inggris (ONS) hari Jumat (22/01) umumkan kinerja penjualan bisnis ritel negeri tersebut yang alami penurunan drastis pada bulan Desember baik secara tahunan juga bulanan. Turunnya omset bulan terakhir tahun 2015 tersebut melebihi perkiraan pasar. 

Omset ritel Inggris pada bulan Desember anjlok  1 persen secara bulanan dan sebelumnya  para ekonom telah memperkirakan penurunan 0,3 persen pada bulan tersebut. Penurunan ini merupakan yang paling besar sejak September 2014. Demikian juga secara tahunan terjadi penurunan pertumbuhan, omset ritel hanya naik 2,6% sedang bulan sebelumnya 4,5%.

United Kingdom Retail Sales MoM

Tidak termasuk bahan bakar otomotif, penjualan ritel Inggris turun 0,9 persen setelah naik 1,3 persen di bulan sebelumnya.   Secara tahunan pertumbuhan penjualan ritel tidak termasuk bahan bakar otomotif turun menjadi 2,1 persen dari 3,4 persen. Para ekonom telah memperkirakan pertumbuhan tahunan 3,5 persen.

Kondisi bisnis ritel bulan Desember seperti yang dilaporkan hari ini tidak sesuai dengan proyeksi yang disampaikan CBI (Confederation of British Industry) tahun lalu. Menurut survey mereka, saldo penjualan ritel bulan Desember naik menjadi 19 persen dari 7 persen pada bulan November.

 

 

H Bara/VM/VBN/ Analyst at Vibiz Research Center
Edior: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here