Indeks Hang Seng Dibuka Rebound Terdorong Penguatan Wall Street dan Harga Minyak

1059

Pada awal perdagangan bursa Hongkong Jumat (22/01), indeks Hang Seng dibuka rebound, naik signifikan 458.64 poin atau 2.47% pada 19,000.79. Penguatan indeks Hang Seng terdorong penguatan bursa Wall Street dan kenaikan harga minyak mentah.

Lihat : Bursa Hong Kong Berakhir Tergerus Kekuatiran Keluarnya Arus Dana dan Ekonomi Tiongkok

Bursa Saham Wall Street berakhir menguat pada penutupan perdagangan Jumat dinihari (22/01) terdorong pemulihan harga minyak dan harapan stimulus dari Bank Sentral Eropa. Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup naik 115,94 poin, atau 0,74 persen, di 15,882.68, Indeks S & P 500 ditutup naik 9,66 poin, atau 0,52 persen, pada 1,868.99, Indeks Nasdaq ditutup naik 0,37 poin, atau 0,01 persen, pada 4,472.06.

Harga minyak mentah sempat naik kembali di atas $ 30 per barel di perdagangan semalam, meskipun harga masih di posisi terendah dalam lebih dari satu dekade. Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) naik $ 1,18, atau 4,16 persen, pada $ 29,53 per barel, sementara harga minyak mentah berjangka Brent naik $ 1,42, atau 5,1 persen, pada $ 29,31 per barel selama perdagangan AS.

Pada awal perdagangan hari ini, saham-saham yang menopang bursa Hong Kong adalah saham China Shenhua Energy Co Ltd yang naik 5,42%, saham China Resources Land Ltd naik 4,12%, saham AIA Group Ltd naik 2,73%, saham Cheung Kong Property Holdings Ltd naik 2,41%, saham Kunlun Energy Co Ltd naik 2,13%.

Sementara itu pergerakan indeks berjangka Hang Seng pagi ini terpantau naik 207 poin atau 1,10% pada 18,958.00, naik dari penutupan perdagangan sebelumnya pada 18,751.00.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan indeks Hang Seng hari ini akan masih mencermati pergarakan dollar Hong Kong dan bursa Tiongkok, juha harga minyak, yang jika melemah dapat menekan indeks Hang Seng. Indeks Hang Seng diperkirakan akan bergerak di kisaran Support 19.004-18.570 dan kisaran Resistance 20.089-20.596.

 

Freddy/ VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here