Indeks Shanghai Berawal Rebound Terdukung Kenaikan Minyak Mentah dan Kebijakan Pengurangan Batubara

384

Mengawali perdagangan saham di bursa Tiongkok Jumat (22/01), Indeks Shanghai dibuka rebound, naik 1,02 persen or 29,48 poin to 2,909.96. Penguatan indeks Shanghai terdorong kenaikan harga minyak mentah yang memperkuat pemerintah Beijing yang mengisyaratkan akan menekan kelebihan kapasitas dalam industri seperti batubara yang telah menyeret turun pertumbuhan ekonomi.

Lihat :   Indeks Shanghai Berakhir Negatif, Pasar Masih Menantikan Stimulus Yang Tepat

Indeks Shenzhen naik 0,95 persen atau 17,09 poin pada 1,818.09. Indeks CSI 300, yang mencakup indeks Shanghai and Shenzhen, naik 1,02 persen atau 31,55 poin pada 3,112.90.

Harga minyak mentah sempat naik kembali di atas $ 30 per barel di perdagangan semalam, meskipun harga masih di posisi terendah dalam lebih dari satu dekade. Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) naik $ 1,18, atau 4,16 persen, pada $ 29,53 per barel, sementara harga minyak mentah berjangka Brent naik $ 1,42, atau 5,1 persen, pada $ 29,31 per barel selama perdagangan AS.

Perdana Menteri Tiongkok, Li Keqiang menyerukan reformasi sisi penawaran dan memotong kelebihan kapasitas dalam industri baja dan batu bara pada pertemuan Dewan Negara, sedangkan Economic Information Daily melaporkan pemerintah akan menyediakan 100 miliar yuan ($ 15 milyar) per tahun untuk membantu mengurangi kapasitas di sektor-sektor tersebut.

Pasar Saham Tiongkok juga mengikuti kenaikan di pasar saham global setelah Bank Sentral Eropa mengisyaratkan mungkin meningkatkan stimulus dan kenaikan harga minyak mentah AS yang sempat naik kembali ke posisi $ 30 per barel.

Pada perdagangan saham pagi ini, saham PetroChina Co dan China Shenhua Energy Co, produsen minyak dan batubara terbesar Tiongkok, melonjak lebih dari 3 persen.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan pada perdagangan selanjutnya indeks Shanghai berpotensi melemah terbatas tertekan kekuatiran perlambatan ekonomi Tiongkok, dan diharapkan adanya stimulus pemerintah Tiongkok untuk menguatkan ekonominya. Indeks akan bergerak pada kisaran Support menembus level 2848-2718 dan jika harga menguat akan mencoba menembus level Resistance pada 3091-3203.

 

Freddy/VMN/VBN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here