Menganalisa Hasil Pertemuan ECB

200

Pertemuan ECB kemarin diakhiri dengan pernyataan mengenai kebijakan dan konferensi pers. Presiden ECB Mario Draghi menjanjikan bahwa bank sentral tidak hanya akan mereview, tetapi juga memperkenalkan tambahan pelonggaran pada pertemuan berikutnya pada tanggal 10 Maret.

Reaksi pasar terhadap konferensi pers tidak banyak. Kurangnya antusiasme pasar disebabkan hasil dari pertemuan ECB seluruhnya sesuai dengan yang telah diperkirakan. Pandangan konsensus yang diperkirakan terhadap pertemuan ECB adalah bahwa akan ada pembicaraan yang “dovish” dan janji untuk bertindak pada bulan Maret.

Ini berarti pidato oleh para pejabat ECB akan sangat diteliti untuk mendapatkan petunjuk paket kebijakan apa yang akan dikeluarkan nantinya. Perkiraan pasar secara kasar adalah penambahan pembelian bulanan dari EUR 60 miliar menjadi EUR 80 miliar dan pemangkasan tingkat bunga lebih lanjut ke teritori yang lebih negatif.

Untuk melakukan hal diatas, ECB akan harus memastikan tidak kekurangan assets untuk membeli. Ini berarti perlu memperluas sekuritas yang memenuhi syarat secara universal sampai kepada obligasi korporasi atau assets baru lainnya.

Petunjuk kedepan dari ECB sebelum pertemuan bulan Desember telah gagal – banyak yang dijanjikan, tetapi pada akhirnya, tidak ada konsensus untuk tindakan yang berani. Kelihatannya ECB telah belajar dari pengalaman sebelumnya dan dewan yang berkuasa saat ini harus menyampaikannya pada bulan Maret untuk mempertahankan kredibilitasnya.

Pasar keuangan telah menjadi sedikit terbiasa untuk tidak terlalu mengambil perhatian terhadap pernyataan – pernyataan Draghi yang “dovish”. Dengan demikian pidato-pidato selama beberapa minggu kedepan akan kurang mendapatkan sesuatu yang bisa diekspektasikan mengenai paket pelonggaran yang besar di bulan Maret, dimulai dari hari ini.

Kemungkinan EURUSD akan mulai masuk ke dasar dari range trading pada tahun 2015.

Kemungkinan juga mania pidato akan mulai panas sepantasnya sebelum pertemuan Federal Reserve minggu depan berakhir. Data makro dan pasar keuangan yang lemah dengan pasti membuat the Fed memasuki posisi yang lebih menantang dibandingkan dengan ECB.

 

Ferli/VMN/VBN /Senior Analyst Vibiz Research  Center

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here