Review Forex 21 Januari: Aussie dan Swissfranc Balik Arah dan Cetak Rekor

306

Mengakhiri perdagangan pasar forex sesi Amerika hari keempat pekan ini, Jumat dini hari tadi (22/01), pergerakan major currencies masih mixed dengan kurs aussie berhasil cetak volume penguatan lebih besar dan yen  menjadi kurs yang merugikan. Selain aussie, pergerakan positif juga terjadi pada poundsterling yang melanjutkan penguatan sebelumnya.

Pernyataan Mario Draghi sebagai gubernur bank sentral kawasan Euro (ECB) dalam pertemuan di Frankfurt semalam mengungkapkan ECB akan memberikan stimulus tambahan pada pasar keuangan kawasan tersebut pada bulan-bulan kedepan. Pernyataan ini langsung meredakan tensi tinggi yang terjadi pada pasar keuangan dan langsung menghijaukan perdagangan saham Eropa juga mengangkat bursa saham AS.

Diawal perdagangan kemarin aset safe haven sempat diburu oleh pasar namun dalam volume yang lebih sedikit dari perdagangan sebelumnya merespon anjloknya harga minyak mentah, namun setelah pidato Mario Draghi semalam pasar lakukan profit taking terhadap yen dan euro cukup besar sehingga memerahkan pergerakan kedua kurs safe haven tersebut.

Selain sentimen stimulus ECB, lonjakan  harga minyak mentah oleh aksi bargain hunting pasar setelah jatuh ke posisi terendah 13 tahun sebelumnya turut menenangkan kepanikan di pasar global dan mengangkat tinggi saham-saham sektor energy di bursa global. 

Pasca lonjakan harga minyak mentah tersebut langsung membuat mata uang komoditas seperti aussie dan swissfranc alami lompatan harga memangkas pelemahan perdagangan beberapa hari sebelumnya. Seperti aussie berhasil mencetak penguatan tertinggi dalam 6 hari perdagangan sedang swissfranc sempat menyentuh posisi tertinggi dalam 1,5 bulan.

Untuk dollar AS diakhir perdagangan tidak sanggup memangkas pelemahan yang terbentuk sejak awal perdagangan dan ditambah buruknya data unemployment claims. Data klaim pengangguran pekan lalu menunjukkan peningkatan dari pekan sebelumnya.

 

 

 

Joel/VMN/VBN/Senior Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here