Saham BBRI Cetak Pelemahan Mingguan Terbesar Sejak November 2015

254

Jelang penutupan perdagangan saham  hari ini (22/01), saham PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) berhasil rebound dari pelemahan 2 hari berturut. Namun penguatan hari ini belum mampu angkat BBRI cetak penguatan mingguan dikarenakan dari awal pekan sudah bergerak negatif. Pelemahan mingguan pekan ini merupakan pelemahan mingguan terbesar sejak pekan pertama bulan November.

Secara fundamental kinerja keuangan perusahaan ini cukup meyakinkan demikian juga dengan market capnya di bursa saham sehingga pelemahan yang terjadi pekan ini dipengaruhi oleh sentimen luar negeri. Pekan ini saja perusahaan umumkan penerbitan obligasinya senilai Rp4,65 triliun yang resmi dicatat di pasar awal bulan Februari.

Sejak IPO market cap BBRI hanya sebesar Rp11,47 triliun, berjalannya waktu perdagangan hingga kini bank tersebut memiliki market cap sebesar Rp263 triliun. Namun tidak bisa dipungkiri, peningkatan market cap tersebut didorong oleh kinerja keuangan perusahaanyang terus melaju

Melihat kinerja keuangan periode Q3 lalu saja, bank pelat merah ini berhasil meraih peningkatan laba  1,41% menjadi Rp18,29 triliun dari laba periode sama tahun 2014 di posisi Rp18,03 triliun.  Selain itu  net interest margin (NIM) BRI turun dari 8,78% menjadi 8% dan ini berdampak dari peningkatan dana murah dan cost of fund yang turun.

Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada Jumat (22/01) saham BBRI dibuka pada level 11000 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 10825  dan kini  bergerak dalam kisaran 11200-10925 dengan volume perdagangan saham sudah mencapai 213 ribu lot saham.                    

Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, saham BBRI  pekan ini bergerak lemah melebihi perdagangan pekan lalu.  Namun kini terpantau indikator Stochastic menunjukkan pergerakan konsolidasi di area jenuh jualnya.

Indikator Average Directional menunjukkan garis +DI turun dan masih berada di bawah garis –DI namun  garis ADX naik   menggambarkan trend alami koreksi. Dengan kondisi teknikalnya, rekomendasi trading pekan depan  berada di target support pada level 10710 hingga resistence di level 10380.

 

 

Lens Hu/VMN/VBN/ Senior Analyst at Vibiz Research Center
Editor: Jul Allens

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here