Harga Gula ICE Akhir Pekan Tertekan Profit Taking

261

Harga gula berjangka mengakhiri perdagangannya pada akhir pekan Sabtu dini hari (23/01) di teritori negatif (25/11). Penguatan mata uang Real Brazil dan kenaikan harga minyak mentah tidak mampu mengangkat harga gula. Namun aksi ambil untung menjadi penyebab utama penurunan harga komoditas ini.

Pada penutupan perdagangan mata uang akhir pekan, kurs Real Brazil menguat terhadap dollar AS. Real Brazil menguat 1,52% pada 4.0911 terhadap dollar AS.

Sedangkan harga minyak mentah melonjak hampir 9 persen pada penutupan perdagangan Sabtu dinihari (23/01) imbas cuaca dingin mendorong permintaan untuk minyak pemanas dan investor mengambil keuntungan dari harga terendah sejak tahun 2003 untuk menutup beberapa taruhan mereka yang lebih menguntungkan pada penurunan harga.

Harga minyak mentah berjangka WTI ditutup naik $ 2,66, atau 9 persen, pada $ 32,19 per barel. Sedangkan harga minyak mentah berjangka Brent naik $ 2,67, atau 9,13 persen, pada $ 31,92 per barel, merupakan kenaikan terbesar satu hari sejak Agustus 2015 dan jauh di atas posisi rendah minggu ini dari $ 27,10.

Pada penutupan perdagangan Rabu dini hari tadi harga gula berjangka untuk kontrak paling aktif yaitu kontrak Maret 2016 terpantau mengalami penurunan yang lumayan. Harga gula berjangka paling aktif tersebut ditutup melemah sebesar -0,03 sen atau setara dengan  -0,21 persen pada posisi 14,42 sen per pon.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan harga gula kasar berjangka di New York  pada perdagangan selanjutnya masih akan dipengaruhi oleh faktor produksi di negara-negara produsen, juga pergerakan harga minyak mentah dan dollar AS. Secara teknikal pergerakan harga komoditas ini masih berada dalam trend menguat untuk jangka pendek, menengah dan panjang.

Harga gula kasar berjangka di ICE Futures New York berpotensi mengetes level support pada posisi 14,00 sen dan 13,60 sen. Sedangkan level resistance yang akan dites jika peningkatan harga berlanjut ada pada posisi  14,80 sen dan 15,20 sen per pon.

 

Freddy/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here