Market Outlook 25-29 Januari 2016

285

Minggu lalu bursa pasar modal di Indonesia terpantau melemah secara terbatas sementara bursa kawasan merosot karena isyu pelemahan ekonomi China dan global, sehingga secara mingguan bursa ditutup masih melemah ke level 4,456.74. Untuk minggu berikutnya ini (25-29 Januari) IHSG masih akan terpengaruh sentimen bursa kawasan, kemungkinan berpeluang merangkak oleh berita pelonggaran moneter lanjutan di Eropa. Secara mingguan, IHSG berada antara resistance level di posisi 4560 dan 4640, sedangkan support di level 4330 dan kemudian 4207.

Mata uang rupiah seminggu lalu terpantau kembali menguat walaupun terjadi penguatan nilai dollar secara global, di mana secara mingguan rupiah menguat tipis ke level 13,845. Kurs USD/IDR pada minggu mendatang diperkirakan berada dalam range antara resistance di level 14,080 dan 14,133, sementara support di level 13,575 dan 13,420.

Untuk indikator ekonomi global, pada pekan mendatang ini akan diwarnai sejumlah data ekonomi penting, termasuk pengumuman suku bunga dari the Fed dan Bank Sentral Selandia Baru. Secara umum sejumlah agenda rilis data ekonomi global yang kiranya perlu diperhatikan investor minggu ini, adalah:
• Dari kawasan Amerika: berupa rilis data CB Consumer Confidence pada Selasa malam; dilanjutkan dengan rilis pengumuman Federal Funds Rate pada Kamis dini hari yang diperkirakan bertahan di level 0.50%; disambung dengan Core Durable Goods Orders m/m dan data tenaga kerja Unemployment Claims pada Kamis malam; ditutup dengan rilis Advance GDP q/q pada Jumat malam.
• Dari kawasan Eropa dan Inggris: berupa rilis data German Ifo Business Climate pada Senin sore; diteruskan dengan rilis Prelim GDP q/q di Inggris pada Kamis sore.
• Dari kawasan Asia Australia: berupa rilis RBNZ Rate Statement dari Selandia Baru pada Kamis dini hari yang diperkirakan bertahan di level 2.50%.

 

Pasar Forex
Minggu lalu di pasar forex, mata uang dollar terlihat agak menguat oleh kuatnya data penjualan perumahan di AS serta rencana kebijakan moneter longgar di Eropa, di mana secara mingguan index dollar AS terpantau menguat ke level 99.480. Sementara itu, pekan lalu euro dollar terpantau melemah pada 1.0797. Untuk minggu ini, nampaknya euro akan berada antara level support pada 1.0715 dan 1.0525 sementara resistance pada 1.1060 dan kemudian 1.1350.

Poundsterling minggu lalu terlihat naik terbatas ke level 1.4279 terhadap dollar, sekitar posisi terendahnya dalam 5.5 tahun terakhir. Untuk minggu ini pasar berkisar antara level support pada 1.4080 dan kemudian 1.4050 sedangkan resistance pada 1.4560 dan 1.4850. Untuk USDJPY minggu lalu berakhir menguat ke level 118.83. Pasar di minggu ini akan berada di antara resistance level pada 119.70 dan 120.65, serta support pada 116.00 serta level 115.80. Sementara itu, Aussie dollar terpantau menanjak ke level 0.7007. Range minggu ini akan berada di antara support level di 0.6830 dan 0.6775, sementara resistance level di 0.7090 dan 0.7325.

 

Pasar Saham
Untuk pasar saham kawasan, pada minggu lalu di regional Asia secara umum melorot cukup tajam oleh kekuatiran melemahnya ekonomi di China dan global, walau di akhir minggu sempat merangkak naik. Indeks Nikkei secara mingguan terpantau mengalami penurunan ke level 16958. Rentang pasar saat ini antara level resistance di level 17590 dan 18550, sementara support pada level 16020 dan lalu 15280. Sementara itu, Indeks Hang Seng di Hong Kong minggu lalu berakhir melemah ke level 19080. Minggu ini akan berada antara level resistance di 20240 dan 21015, sementara support di 18545 dan 18040.

Bursa saham Wall Street minggu lalu terpantau membukukan penguatan yang pertama di tahun ini oleh menguatnya harga minyak ke atas $30 serta rencana ECB melonggarkan moneter di Eropa. Dow Jones Industrial secara mingguan menguat 1.33% ke level 16,093.51, dengan rentang pasar berikutnya antara resistance level pada 16665 dan 16875, sementara support di level 15445 dan 15305. Index S&P 500 minggu lalu menguat 1.41% ke level 1,900.83 dengan berikutnya range pasar antara resistance di level 1950 dan 2025, sementara support pada level 1807 dan 1790.

 

Pasar Emas
Untuk pasar emas, minggu lalu terpantau agak menguat dalam pasar yang berfluktuasi, menanjak lalu terpangkas di akhir minggu karena penguatan dollar, sehingga berakhir dalam harga emas dunia yang sedikit menguat ke level $1097.45 per troy ounce. Untuk sepekan ke depan emas akan berada dengan rentang harga pasar antara resistance di $1110 dan berikut $1130, serta support pada $1070 dan $1055. Di Indonesia, harga emas terpantau turun sedikit ke level Rp485,082.

Segera mengakhiri bulan pertama tahun 2016, pasar terpantau masih fluktuatif di berbagai instrumen investasi. Tahun ini telah diawali dengan ketidakpastian, bahkan kerugian di sebagian perdagangan investasi. Sebagian investor mungkin menyebutkan bahwa pasar sedang kurang jelas, sebagian lagi memandang ini sebagai kesempatan untuk suatu trading di dalam range. Tentunya ini semua harus didukung dengan skill dan knowledge. Bersama vibiznews.com Anda bisa mengembangkan hal-hal tersebut secara optimum. Selamat menuai lebih lagi sukses Anda di tahun ini, pembaca setia Vibiznews!

 

alfredBy Alfred Pakasi ,

CEO Vibiz Counsulting
Vibiz Consulting Group

 

 

 

 

 

 

Editor: Jul Allens

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here