Penguatan Akhir Indeks Shanghai Oleh Harapan Stimulus dan Kenaikan Minyak Mentah

524

Pada penutupan perdagangan bursa saham Tiongkok awal pekan Senin (25/01), indeks Shanghai ditutup di zona hijau, naik 36,12 poin, atau 1,25 persen, ke 2916.60. Penguatan indeks Shanghai terdorong harapan stimulus Beijing menjelang tahun baru Imlek, harapa stimulus Eropa dan Jepang, serta kenaikan harga minyak mentah.

Lihat : Permulaan Indeks Shanghai Terangkat Kenaikan Minyak Mentah dan Yuan

Investor masih menantikan stimulus segara jelang tahun baru Imlek ini, setelah Selasa minggu lalu terjadi hasil buruk perlambatan pertumbuhan ekonomi Tiongkok. Ekonomi Tiongkok tumbuh sebesar 6,8 persen pada kuartal keempat 2014, tergelincir 0,1 persen dari pertumbuhan 6,9 persen pada kuartal ketiga. Hal ini sejalan dengan perkiraan median dalam jajak pendapat Reuters. Sedangkan dalam pertumbuhan tahunan yang sama di 6,9 persen, turun dari 2014 sebsar 7,3 persen, dan laju paling lambat ekspansi ekonomi sejak tahun 1990.

Seementara itu harapan stimulus Eropa juga memberikan harapan. Mario Draghi, Presiden Bank Sentral Eropa, mengatakan Kamis bank sentral akan “meninjau dan karena itu mungkin mempertimbangkan kembali” kebijakan pada pertemuan Maret, setelah menjaga suku bunga utama ditahan pada pertemuan Kamis-nya.

Harapan juga tumbuh bahwa Bank of Japan (BOJ) mungkin memperluas langkah-langkah pelonggaran moneter pada pertemuan 28 Januari nya, setelah Nikkei Asia Review melaporkan Jumat BOJ sedang mempertimbangkan “pelonggaran tambahan (kebijakan)” sebagai penurunan harga minyak yang menekan pada target inflasi 2 persen bank.

Faktor yang juga mendukung kenaikan indeks Shanghai adalah kenaikan harga minyak mentah. Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) ditutup akhir pekan lalu naik 9,41 persen, sedangkan harga minyak mentah patokan global Brent naik 12,71 persen. Selama jam perdagangan Asia pada Senin, harga minyak mentah WTI berjangka naik 1,21 persen di $ 32,58 per barel, sementara Brent naik 1,65 persen di $ 32,71 per barel.

Pada penutupan perdagangan saham sore ini, indeks Shanghai dikuatkan saham-saham energi dan logam. Saham  Cina Oilfield naik 3,92 persen. Saham Baoshan Iron & Steel naik 2,18%, saham Sinopec Shanghai Petrochemical naik 1,81%, saham Jiangxi Copper naik 1,81%, saham China Merchants Energy Shipping naik 1,74%, saham Offshore Oil Engineering naik 1,57%.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan pada perdagangan selanjutnya indeks Shanghai berpotensi menguat terbatas tertekan dengan penantian stimulus yang tepat dari pemerintah Tiongkok untuk menguatkan ekonominya, juga potensi kenaikan harga minyak mentah dengan masih berlangsungnya musim dingin. Indeks akan bergerak pada kisaran Support menembus level 2836-2687 dan jika harga menguat akan mencoba menembus level Resistance pada 3050-3181.

 

 

Freddy/ VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here