Penyerapan Anggaran Infrastruktur Januari 2016 Mencapai 6%

857

Presiden Joko Widodo menyatakan salah satu strategi untuk meingkatkan pertumbuhan ekonomi adalah melalui penyerapan anggaran yang sudah dimulai sejak awal tahun, tidak seperti sebelumnya yang baru diserap pertengahan tahun, bahkan sangat menumpuk di akhir tahun.

Dengan kontrak di awal-awal tahun anggaran, Presiden Jokowi meyakini  kalau dimulai di awal seperti ini bisa mengatur, bisa mengolah, manajemen juga lebih mudah. “Tetapi yang paling penting adalah uang itu bisa beredar di masyarakat secepat-cepatnya. Sehingga ada pertumbuhan ekonomi, sehingga ekonomi tumbuh,” ujarnya saat memberikan sambutan pada penandatanganan kontrak kegiatan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Tahun Anggaran 2016, di kantor Kemenhub, Jakarta, Senin (18/1) pagi.

Akhir tahun 2015 saat Vibiz Media Network melakukan wawancara exclusive dengan Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Republik Indonesia, Prof. Suahasil Nazara, S.E., M.Sc., PhD, juga menyatakan ada 3 hal yang membuat penyerapan anggaran tahun 2016 bisa lebih baik dibandingkan tahun 2015 :

  • Permasalahan yang menghambat dalam tahun 2015 seperti proses konsolidasi pemerintahan baru, dan APBNP yang terlambat, tidak ditemui lagi di tahun 2016, sehingga diharapkan penyerapan anggaran bisa lebih cepat
  • Pre Financing dan Pre Lelang menjadi sangat penting untuk mempercepat penyerapan anggaran dan DPR sudah menyetujui proses tersebut
  • Peran dari pemerintah daerah, dimana 1/3 dari APBN itu ditransfer ke daerah dan diharapkan dibelanjakan pemerintah daerah.

Lihat : Penyerapan Anggaran Tahun 2016 Akan Lebih Baik dari Tahun 2015, Ini Strateginya!

Untuk itulah Kementerian maupun Lembaga diharapkan untuk melaksanakan penyerapan anggaran sejak dini.

Untuk mempercepat pembangunan infrastruktur, Pemerintah telah mendorong kementerian/lembaga (K/L) untuk  melakukan lelang proyek-proyek infrastruktur lebih awal. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, misalnya, telah melakukan lelang proyek dengan total nilai sekitar Rp70 triliun pada Bulan Desember 2015 lalu, dan diperkirakan nilainya akan terus meningkat pada Bulan Januari ini.

Direktur Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Direktorat Jenderal Anggaran Kunta W.D. Nugraha memprediksi, ada sekitar enam persen dari anggaran belanja infrastruktur yang dapat direalisasikan pada bulan ini.

“Kalau kita bandingkan Januari 2016 dengan Januari 2015, ini 2016 jauh lebih baik, karena kalau tidak salah sudah hampir Rp70 triliun (yang) sudah dilelang di Bulan Desember oleh (Kementerian) PU-Pera, di Bulan Januari lebih banyak lagi. Maka sekarang sekitar enam persen dari anggaran infrastruktur itu bisa dicairkan di Januari 2016,” ungkapnya.

Tentu kita harapkan, selain infrastruktur, maka sektor-sektor lain juga dapat bergerak cepat merespon apa yang menjadi strategi pemerintah dalam penyerapan anggaran tahun 2016 ini. Seperti sektor perhubungan yang juga sudah menjalankan kontrak kerja awal tahun ini, juga diharapkan sektor energi dan sektor-sektor lainnya. Dengan demikian ekonomi akan bergerak, masyarakat juga akan bergerak, usaha dan bisnis akan hidup dan berkembang, maka mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia lebih baik lagi tahun 2016 ini.

 

Freddy/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here