Rupiah Rabu Masih Kuat Jelang Pengumuman The Fed

652

Hingga penutupan perdagangan pasar valas tanah air hari Rabu (27/01), penguatan  rupiah sejak awal perdagangan masih terus berlangsung namun dengan volume penguatan  yang berkurang meski dollar AS masih menunjukkan penguatan terhadap beberapa currencies lainnya.

Fokus pasar global hari ini sedang  menanti hasil rapat FOMC yang akan diumumkan Kamis dini hari.  Pasar masih berharap kenaikan suku bunga lanjutan terjadi namun kondisi ekonomi global yang mengkhawatirkan memberikan tekanan bagi bank sentral Amerika tersebut.

Penguatan rupiah dari siang ke sore telah membuat asing menambah aksi beli saham kapital besar hingga mencetak net buy  sebesar Rp87,8 miliar. Aksi asing ini berhasil membuat  IHSG menguat 1,6  persen ke posisi 4584.

Pergerakan kurs Rupiah  di pasar spot sore  ini menguat  0,07% dari perdagangan sebelumnya dan kini bergerak pada kisaran Rp13876/US$ setelah dibuka lemah pada level Rp13854/US$. Penguatan  kurs hari ini  sejalan dengan penguatan  yang dilakukan BI terhadap   kurs jisdor dan juga kurs transaksi antar bank.

Kurs Jisdor yang ditetapkan Bank Indonesia  hari ini  diperkuat  ke 13871  dari hari sebelumnya 13904 pada hari Selasa  (26/01), sedangkan kurs transaksi antar bank menguat  ke posisi 13,940.00  dari posisi 13,974.00 perdagangan sebelumnya.

Dan untuk pergerakan kurs Rupiah perdagangan keesokan harinya,  Analyst Vibiz Research Center memperkirakan Rupiah masih akan bergerak positif oleh sentimen optimisme investasi di tanah air meskipun hingga sesi berakhir dollar AS terus menguat. 

 

 

 

Joel/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor : Jul Allens

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here