Amerika Takut Naikkan Suku Bunga, Sinyal Lanjutan Fed Rate Suram

452

Bank sentral Amerika Serikat atau lebih dikenaal dengan Federal Reserve (the Fed) memilih untuk tidak menaikkan suku bunganya  pada pertemuan bulan Januari dan tidak memberikan sinyal untuk kenaikan suku bunga lanjutan pada tahun ini.

Di tengah gejolak besar di pasar keuangan, komite kebijakan moneter the Fed (FOMC) menyatakan mereka mengkhawatirkan perkembangan ekonomi dan keuangan global. Dalam pertemuan tersebut ada beberapa perubahan outlook Fed, termasuk menurunkan proyeksi indeks peningkatan lapangan kerja. The Fed menetapkan proyeksi skor indeks tersebut  menjadi 4,9 persen,  di bawah tingkat sebelumnya  5 persen.

Selain itu, komite kebijakan the Fed tidak menunjukkan beberapa kekhawatiran tentang inflasi tambahan, meskipun menganggap kondisi saat ini sementara. Mereka akan khawatir jika ada tanda-tanda bahwa inflasi berada dibawah atau diatas kondisi sekarang.

Suku bunga the Fed tetap di posisi 0,50% setelah pada pertemuan bulan Desember dinaikkan dari 0,25% untuk pertama kalinya sejak 9 tahun lalu. Bulan lalu the Fed optimis Amerika Serikat dan ekonomi dunia siap untuk kenaikan tersebut.

Namun yang terjadi sejak kenaikan Fed rate tersebut, kondisi ekonomi global memburuk dan sangat tidak kondusif ketika harga minyak mentah semakin anjlok dan kondisi ekonomi Tiongkok sebegai ekonomi terbesar kedua sedang sesak nafas.

Dilihat dari kondisi bursa saham global saja, sejak kenaikan suku bunga indkes bursa saham global merosot jauh. Terutama terlihat di bursa saham AS, dimana sejak keutusan the fed tersebut indeks S&P 500 anjlok 6,5 persen. Demikian juga dengan obligasi negeri tersebut, imbal hasil obligasi jangka panjangnya ikut merosot.

 

 

H Bara/ VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here