Bursa Wall Street Berakhir Turun Setelah Keputusan The Fed dan Laporan Laba Negatif

706

Bursa Wall Street berakhir negatif pada penutupan perdagangan Kamis dinihari tadi (28/01) setelah keputudsan The Fed mempertahankan suku bunga tetap dan laporan kuartalan perusahaan AS yang mengecewakan. Pelemahan bursa Wall Street mengabaikan lonjakan kenaikan harga minyak mentah.

Seperti yang sebagian besar perkirakan, Federal Reserve memeprtahankan suku bunga tidak berubah dalam pernyataan pasca pertemuan Rabu. Bank sentral mengatakan penundaak kenaikan suku bunga untuk memantau perkembangan ekonomi dan keuangan global dan menilai implikasinya terhadap pasar tenaga kerja dan inflasi, dan untuk keseimbangan risiko untuk prospek selanjutnya.

Sementara itu, laporan laba kuartalan yang mengecewakan turut menekan bursa AS.

Apple memiliki hari terburuk dalam hampir dua tahun, sementara Boeing memiliki hari terburuk sejak 2001 setelah kedua perusahaan melaporkan pendapatan.

Boeing dan Apple bersama-sama berkontribusi sekitar 120 poin terhadap penurunan Dow Jones, dengan Boeing menjadi pembobot terbesar pada indeks.

Saham Boeing ditutup turun 8,93 persen untuk hari terburuk sejak 29 Oktober 2001. Saham awalnya turun lebih dari 9,5 persen setelah perusahaan memberikan laporan tahunan yang di bawah ekspektasi, meskipun jetmaker melaporkan laba yang mengalahkan pada kedua bagian atas dan bawah garis.

Saham Apple ditutup turun 6,55 persen untuk hari terburuk sejak 28 Januari 2014. Perusahaan pembuat iPhone tersebut melaporkan penjualan unit sedikit dari yang diperkirakan dari produk andalannya, untuk pertumbuhan terendah dalam pengiriman sejak iPhone diluncurkan pada tahun 2007. Apple juga diperkirakan mengalami penurunan pendapatan pertama dalam 13 tahun, mengutip penurunan parah di pasar Tiongkok, Reuters melaporkan.

Indeks Nasdaq dibebani Apple dan iShares Nasdaq Bioteknologi ETF (IBB) yang memiliki hari terburuk dalam dua minggu, ditutup 3,08 persen lebih rendah setelah naik sebentar 1 persen pada pembukaan perdagangan.

Biogen ditutup 5,15 persen lebih tinggi, dari sesi tertinggi lebih dari 9,5 persen. Perusahaan membukukan laba yang mengalahkan pada kedua garis atas dan bawah, didorong oleh permintaan yang lebih tinggi untuk obat kunci.

Indeks Dow Transport ditutup 0,88 persen lebih rendah, membalikkan keuntungan sebelumnya 1 persen. Avis Budget adalah penurun terbesar, sementara Norfolk Southern, United Continental, FedEx dan American Airlines adalah pemain terbaik.

Pelemahan bursa Wall Street mengabaikan kenaikan harga minyak mentah. Harga minyak mentah AS ditutup melonjak pada penutupan perdagangan Kamis dinihari (28/01), imbas Rusia mengatakan akan membahas kemungkinan kerjasama dengan OPEC, memberikan harapan untuk kesepakatan itu dapat mengurangi kelebihan pasokan yang membuat harga terendah dalam belasan tahun.

Harga minyak mentah berjangka WTI ditutup naik 85 sen, atau 2,70% menjadi $ 32,30 per barel, dari puncak sesi $ 32,84. Sedangkan harga minyak mentah Brent naik $ 1,34 ke $ 33,14 per barel, setelah mencapai sesi tinggi $ 33,49.

Data Administrasi Informasi Energi AS juga menunjukkan persediaan minyak mentah AS mencapai tertinggi pada catatan pada minggu terakhir, terutama disebabkan oleh kenaikan pada Gulf Coast AS, titik minyak utama.

Administrasi Informasi Energi AS melaporkan persediaan minyak mentah naik 8,4 juta barel dalam pekan sampai 22 Januari, sehingga total dalam penyimpanan menjadi 494.900.000 barel, yang merupakan rekor tertinggi.

Lonjakan persediaan tersebut justru membantu bahan bakar rally bukan memicu kekhawatiran kelebihan pasokan, karena data tersebut lebih rendah dari kenaikan 11,5 juta barel yang dilaporkan oleh American Petroleum Institute Selasa malam.

Hasil Treasury beringsut dari tertinggi sebelumnya setelah rilis pernyataan Fed, dengan yield 2-tahun yang lebih rendah di 0,83 persen dan yield 10-tahun datar di 2 persen.

Dolar AS bertahan 0,4 persen lebih rendah terhadap mata uang utama dunia, dengan euro dekat $ 1,09 dan yen di ¥ 118,62 terhadap greenback. Sebelumnya, dolar mencapai tiga minggu baru tinggi terhadap yen.

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup turun 222,77 poin, atau 1,38 persen, di 15,944.46, dengan penurunan terbesar saham Boeing, sedang kenaikan tertinggi pada saham Verizon.

Indeks S & P 500 ditutup turun 20,68 poin, atau 1,09 persen, pada 1,882.95, dengan sektor teknologi informasi memimpin delapan saham yang turun dan hanya sektor telekomunikasi dan utilitas yang positif.

Indeks Nasdaq ditutup turun 99,51 poin, atau 2,18 persen, pada 4,468.17.

 

Malam nanti akan dirilis beberapa data indikator ekonomi AS.

Durable Goods Orders Desember diindikasikan menurun dari hasil sebelumnya.

Initial Jobless Claim 23/Jan diindikasikan menurun dari hasil sebelumnya.

Pending Home Sales Desember diindikasikan meningkat dari hasil sebelumnya.

EIA Natural Gas Stocks Change 22/Jan diindikasikan menurun dari hasil sebelumnya

 

Hari ini juga akan dirilis laporan laba perusahaan kuartalan yaitu Abbott Labs, Alibaba, Altria, Bristol-Myers Squibb, Caterpillar, Deutsche Bank (prelim), Eli Lilly, Ford, AutoNation, Baker Hughes, Harley-Davidson, Hershey, Time Warner Cable, Under Armour, Amazon.com, Amgen, Microsoft, Visa, Electronic Arts, KLA-Tencor, Western Digital.

 

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bursa Wall Street akan berpotensi menguat dengan data indkator ekonomi yang didominasi hasil positif. Namun perlu terus dicermati pergerakan harga minyak mentah dan perkembangan Tiongkok, yang jika melemah akan dapat menekan bursa Wall Street. Demikian juga laporan laba kuartalan perusahaan dapat mempengaruhi pergerakan bursa Wall Street.

 

Freddy/VMN/VBN/Analyst Vibiz Research
Editor : Asido Situmorang

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here