Harga Minyak Mentah Melonjak Dengan Harapan Kesepakatan Rusia-OPEC

441

Harga minyak mentah AS ditutup melonjak pada penutupan perdagangan Kamis dinihari (28/01), imbas Rusia mengatakan akan membahas kemungkinan kerjasama dengan OPEC, memberikan harapan untuk kesepakatan itu dapat mengurangi kelebihan pasokan yang membuat harga terendah dalam belasan tahun.

Kementerian Energi Rusia mengatakan kemungkinan koordinasi dengan Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) telah dibahas pada pertemuan dengan perusahaan minyak Rusia, Rabu. Top produsen non-OPEC, Rusia sebelumnya enggan untuk memangkas produksi minyak, karena adanya persaingan pasar dengan pemimpin OPEC Arab Saudi.

Harga minyak mentah berjangka sempat menurun, seiring jatuhnya pasar saham setelah Federal Reserve menetapkan suku bunga tidak berubah pada Rabu, tetapi selanjutnya pulih kembali.

Komite kebijakan The Fed mengatakan telah memantau volatilitas pasar yang meningkat, tetapi mencatat bahwa kondisi tenaga kerja membaik, menegaskan inflasi akan naik, dan menegaskan keyakinannya bahwa anjloknya harga energi adalah sementara.

Harga minyak mentah berjangka WTI ditutup naik 85 sen, atau 2,70% menjadi $ 32,30 per barel, dari puncak sesi $ 32,84.

Sedangkan harga minyak mentah Brent naik $ 1,34 ke $ 33,14 per barel, setelah mencapai sesi tinggi $ 33,49.

Petunjuk dari kemungkinan kesepakatan antara anggota OPEC dan produsen saingannya Rusia sudah membantu reli minyak 4 persen pada Selasa.

Sebelumnya laporan Departemen Energi AS menunjukkan lonjakan tajam permintaan produk olahan seperti minyak pemanas minggu lalu, ketika badai salju besar menghantam timur laut AS. Minyak berjangka pemanas naik 6 persen, didorong sebagian oleh prakiraan cuaca lebih dingin akhir pekan ini.
Data dari Administrasi Informasi Energi AS menunjukkan persediaan sulingan seperti minyak pemanas turun lebih dari 4 juta barel, melebihi ekspektasi untuk kenaikan hampir 2 juta.

Data Administrasi Informasi Energi AS juga menunjukkan persediaan minyak mentah AS mencapai tertinggi pada catatan pada minggu terakhir, terutama disebabkan oleh kenaikan pada Gulf Coast AS, titik minyak utama.

Administrasi Informasi Energi AS melaporkan persediaan minyak mentah naik 8,4 juta barel dalam pekan sampai 22 Januari, sehingga total dalam penyimpanan menjadi 494.900.000 barel, yang merupakan rekor tertinggi.

Lonjakan persediaan tersebut justru membantu rally bukan memicu kekhawatiran kelebihan pasokan, karena data tersebut lebih rendah dari kenaikan 11,5 juta barel yang dilaporkan oleh American Petroleum Institute Selasa malam.

Harga minyak telah jatuh hampir 16 persen pada Januari, sehingga total kerugian sejak awal penurunan hingga pertengahan 2014 mencapai 77 persen.

Pasar Options menunjukkan pedagang yang membeli perlindungan terhadap kenaikan untuk setidaknya $ 40 pada akhir tahun, dan spekulan telah meningkatkan taruhan bullish mereka pada harga melalui pasar berjangka.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan, jika pembicaraan lanjutan antara Rusia dan OPEC terus dilaksanakan untuk mencapai kesepakatan pengurangan pasokan minyak mentah, maka akan kembali mengangkat harga minyak mentah. Harga akan menembus level Resistance $ 32,50-$ 33,00, dan jika harga retreat akan menembus level Support $ 31,50-$ 31,00.

 

Freddy/VMN/VBN/Analyst Vibiz Research
Editor : Asido Situmorang

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here