Harga Minyak Mentah Sesi Asia Retreat

619

Harga minyak mentah berjangka AS turun lebih dari 1 persen di perdagangan Asia, Kamis, menghilangkan keuntungan hampir 3 persen pada sesi sebelumnya, setelah Rusia mengulurkan kemungkinan bekerja sama dengan OPEC untuk mengendalikan kelebihan pasokan global.

Dollar AS melemah menyusul keputusan Federal Reserve untuk mempertahankan suku bunga tidak berubah dan pernyataan yang dirilis menyarankan itu kembali mengevaluasi laju kenaikan pada masa depan.

Harga minyak mentah berjangka WTI turun 33 sen ke $ 31,97 per barel. Sebelumnya harga minyak mentah WTI ditutup naik 85 sen menjadi $ 32,30 per barel, naik 2,7 persen, pada sesi sebelumnya. Sedangkan harga minyak mentah Brent ditutup naik semalam pada $ 1,30, atau 4,1 persen, pada $ 33,10 per barel.

Para pejabat Rusia telah memutuskan mereka harus berbicara dengan Arab Saudi dan negara-negara OPEC lainnya tentang penurunan produksi untuk meningkatkan harga minyak, kata Rusia, Rabu.

Administrasi Informasi Energi mengatakan Rabu bahwa persediaan minyak mentah AS naik 8,4 juta barel pekan lalu, lebih tinggi dari ekspektasi analis untuk kenaikan 3,3 juta barel. Yang membawa persediaan minyak mentah ke level tertinggi sejak EIA mulai melacak data.

Namun persediaan minyak mentah di titik pengiriman Cushing, Oklahoma, turun 771.000 barel, yang mendukung harga minyak.

“Secara keseluruhan persediaan naik 8.380.000 barel. Hal ini membantu untuk mempersempit spread antara Brent dan WTI semalam,” kata ANZ di catatan pada hari Kamis.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan, harga minyak mentah berpotensi melemah dengan kekuatiran peningkatan pasokan global. Harga akan menembus level Support $ 31,50-$ 31,00, dan jika harga menguat akan menembus level Resistance $ 32,50-$ 33,00.

 

Freddy/VMN/VBN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here