Review Forex 27 Januari: Ketakutan The Fed Untungkan Rival Dollar

261

Mengakhiri perdagangan forex hari ketiga pekan ini, Kamis dini hari tadi (27/01), mata uang Amerika Serikat alami pelemahan terhadap banyak major currencies kecuali terhadap poundsterling dan yen. Pelemahan disebabkan kekhawatiran the Fed akan pertumbuhan ekonomi global sehingga tidak berikan sinyal kenaikan fed rate lanjutan ditahun 2016.

Dan jika dilihat dari volume penguatannya, aussie dollar yang paling menguat signfikan terhadap dollar, yang disupport oleh lonjakan harga minyak mentah yang naik 2 persen lebih semalam. Dollar tidak sanggup menguat oleh penguatan harga minyak WTI karena tekanan hasil pertemuan bulanan the Fed.

Harga minyak sendiri yang alami kenaikan lanjutan untuk 2 hari berturut imbas Rusia mengatakan akan membahas kemungkinan kerjasama dengan OPEC, memberikan harapan untuk kesepakatan itu dapat mengurangi kelebihan pasokan yang membuat harga terendah dalam belasan tahun.

Indeks dollar yang mengukur kekuatan dollar AS terhadap major currencies berakhir menurun untuk melanjutkan perdagangan sebelumnya yang telah melemah 2 hari berturut.  Mengambil momentum pelemahan dollar menjadi pijakan kuat bagi euro lanjutkan rally 3 hari berturut, namun tidak bagi poundsterling yang justru alami profit taking setelah sebelumnya kuat tajam.

Untuk rally yang berhasil dibentuk aussie selama 2 hari berturut terjadi selain pelemahan dollar juga di picu oleh kenaikan harga minyak mentah dan juga data inflasi yang berada diatas perkiraan pasar meski lebih rendah dari tingkat periode sebelumnya. 

 

 

Lens Hu/VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido  Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here