Harga Gula ICE Lanjutkan Pelemahan Dengan Perkiraan Kenaikan Produksi Brazil

318

Harga gula berjangka di bursa komoditas ICE Futures New York pada penutupan perdagangan Jumat dini hari (29/01) berakhir turun. Harga gula menjadi murah karena adanya harapan peningkatan produksi gula di Brazil.

Harga Gula berjangka mencapai tingkat terendah sejak Oktober, tertekan oleh ekspektasi untuk tanaman yang lebih besar di tengah-selatan Brasil di 2016/17, cenderung mulai sekitar bulan April.

Pergeseran pasar gula global ke dalam defisit 2015/16 setelah empat tahun surplus, merupakan suatu pertanda baik untuk pemulihan harga, Commerzbank mengatakan dalam sebuah laporan.

“Prospek defisit pasokan yang cukup besar tahun tanam ini dan selanjutnya akan menunjukkan bahwa harga akan segera pulih,” katanya.

Pada penutupan perdagangan harga gula berjangka untuk kontrak paling aktif yaitu kontrak Maret 2016 terpantau mengalami penurunan. Harga gula berjangka paling aktif tersebut ditutup melemah sebesar -0,33 sen atau setara dengan -2,43 persen pada posisi 13,25 sen per pon.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan harga gula kasar berjangka di New York  pada perdagangan selanjutnya masih berpotensi melemah dipengaruhi oleh pergerakan dollar AS dan pemulihan produksi gula kasar.

Harga gula kasar berjangka di ICE Futures New York berpotensi mengetes level support pada posisi 12,75 sen dan 12,25 sen. Sedangkan level resistance yang akan dites jika terjadi peningkatan harga ada pada posisi  13,75 sen dan 14,25 sen per pon.

 

Freddy/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here