Harga Jual Rumah BKSL Berpotensi Naik, Sahamnya Masih Suram

621

PT Sentul City Tbk (BKSL) yang kinerja sahamnya menurun sejak Maret 2015 juga memiliki kinerja keuangan yang buruk alias merugi. Dari laporan keuangan perusahaan terakhir saja, BKSL rugi cukup besar dibandingkan periode yang sama tahun 2014. Namun untuk tahun 2016, perusahaan yang menganggarkan capex sekitar Rp4 triliun ini pendapatan akan bertambah sejalan dengan kenaikan harga properti di kawasan Sentul.

Kenaikan harga properti tersebut dipicu oleh rencana pembangunan jalur LRT koridor Cibubur-Bogor yang akan melintasi kawasan Sentul. BKSL menilai harga property yang mereka jual sekarang masih tergolong rendah, dimana harga properti terendah mereka ada di kisaran Rp 900 juta sedangkan yang  tertinggi di kisaran Rp20 miliar.

Melihat kinerja keuangan terakhir, periode Q3 2015 lalu BKSL mencetak kerugian bersih  sebesar Rp125,52 miliar atau Rp(4,00) per saham sedangkan Q3-2014 masih untung.  Buruknya kinerja ini dipicu oleh turunnya pendapatan dan juga kerugian kurs yang cukup besar.

Untuk pergerakan sahamnya pada perdagangan hari Jumat (29/01), BKSL dibuka  pada level 55 sedangkan  penutupan perdagangan sebelumnya di level yang sama dengan volume perdagangan sudah mencapai 178 ribu   lot saham.

Pergerakan saham secara teknikal,  analyst Vibiz Research Center melihat sejak awal tahun laju saham masih suram, indikator MA  bergerak turun  dan  indikator Stochastic naik ke area tengah dari di area jenuh jual.

Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak datar  didukung oleh +DI yang juga bergerak datar yang menunjukan pergerakan BKSL cenderung negatif. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi rekomendasi trading pada target support ada di 54 dan resisten di  57.

 

 

H Bara/VBN/VMN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Jul Allens

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here