Preview: Laporan GDP AS Kuartal 4

398

Perkiraan konsensus atas rilis data GDP AS adalah ekonomi AS diperkirakan bertumbuh hanya 0.8%. Angka ini adalah jauh lebih kecil dari pertumbuhan di kuartal ketiga sebesar 2%.

Alasan dari perlambatan sudah diketahui dengan baik: rendahnya harga minyak telah meredam investasi bisnis, kelemahan di luarnegeri – khususnya di ekonomi negara-negara “emerging” – dan penghasil komoditi yang dipersalahkan. Rendahnya harga minyak tidak meningkatkan belanja konsumen, yang kemungkinan adalah alasan tunggal paling besar bagi lemahnya pertumbuhan. Paling tidak sektor perumahan cukup baik selama kuartal tersebut.

Juga pasar saham, outlook inflasi dan PMI menunjukkan bahwa paling tidak awal dari kuartal pertama akan lemah. Cuaca dingin yang bersalju bisa digunakan sebagai alasan – alasan apapun bisa dipandang sebagai temporer dan karenanya tidak menjadi alasan untuk terlalu kuatir. Seperti awal tahun 2015, cuaca bisa membuat pertemuan Federal Reserve bulan Maret menjadi menarik untuk diperhatikan.

Perkiraan selanjutnya tidak memasukkan perincian yang menunjukkan sektor-sektor mana saja yang memberikan kontribusi buat tingkat pertumbuhan. Juga, rilis yang pertama cenderung ke revisi selanjutnya, tetapi untuk sekarang, cukup hanya mengetahui bahwa kuartal yang terakhir tidaklah “baik”. Perkiraan yang terakhir dari GDP kuartal keempat dari Federal Reserve Bank of Atlanta memperkirakan tingkat pertumbuhan tepat 1%- sedikit diatas dari konsensus.

Pertanyaan kuncinya adalah apakah kelemahan ini akan berlanjut ke 2016 juga. Kelemahan semakin membesar menjelang akhir 2015, yang menjadi tanda yang tidak baik. Dolar AS terus menguat dan indeks dolar terus naik di kuartal final, yang akan terus menekan ekspor di awal 2016.

Kenyataannya, indeks dolar AS sekarang mendekati ketinggian tahun 2002.

Baik AS maupun area euro sekarang sedang terpukul dalam perdagangan karena menguatnya matauang mereka. Pada suatu titik tertentu, pertempuran ini akan harus dimenangkan, dan pada saat itu EURUSD akan mulai membentuk suatu tren. Mungkin di pertengahan 2016, tetapi tidak tahu bank sentral mana yang akan menang dan yang satunya lagi kalah.

 

Ferli/VMN/VBN /Senior Analyst Vibiz Research  Center

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here