Sentimen Bullish Diabaikan, Harga Gula ICE Lanjutkan Pelemahan

253

Harga gula berjangka di bursa komoditas ICE Futures New York pada penutupan perdagangan akhir pekan Sabtu dini hari tadi (30/01) ditutup turun. Harga gula mengabaikan sentimen bullish, namun justru melemah terpicu aksi jual investor yang mengurangi taruhan bullish harga gula.

Harga gula India rally lebih dari 30% dalam lima bulan terakhir pada ekspektasi bahwa produksi tanaman saat akan berubah lebih kecil dari yang diperkirakan. Pabrik di India diperkirakan akan menjual produksi mereka secara lokal, Jack Hannon, seorang analis di Olam, mengatakan sebelum Dubai Gula Konferensi, acara khusus untuk 400 pemimpin industri yang dimulai Minggu.

Pemasok terbesar kedua di dunia ini diperkirakan akan menjual lebih banyak di pasar domestik dibandingkan ke luar negeri. India akan mengekspor kurang dari 50% dari apa yang pemerintah targetkan, menurut ED & F Man Holdings dan Olam International.

Sementara itu dalam berita lain, produksi gula di Uni Eropa diperkirakan akan jatuh 23 persen pada 2015-16 menjadi 14,9 juta ton, demikian perkiraan Komisi Eropa pada bulan Desember.

Cuaca kering di bagian Eropa dan area yang lebih kecil yang ditanami bit mengindikasikan beberapa negara akan menghasilkan kurang dari yang ditetapkan di bawah aturan Uni Eropa, menurut peneliti FO Licht GmbH.

Anggota 28 negara Uni Eropa mungkin akan mengirimkan kurang dari 1 juta metrik ton pada musim yang dimulai pada bulan Oktober, John Stansfield, seorang analis Sopex, mengatakan dalam sebuah wawancara sebelum Dubai Gula Konferensi, acara khususu untuk 400 pemimpin industri yang dimulai pada Minggu. Itu kurang dari kuota 1,35 juta ton yang ditetapkan oleh Uni Eropa di bawah aturan Organisasi Perdagangan Dunia. Lisensi telah dikeluarkan untuk mengekspor 650.000 ton sejauh ini.
 
Pada penutupan perdagangan dini hari tadi harga gula berjangka untuk kontrak paling aktif yaitu kontrak Maret 2016 terpantau mengalami penurunan. Harga gula berjangka paling aktif tersebut ditutup melemah sebesar -0,11 sen atau setara dengan -0,83 persen pada posisi 13,14 sen per pon.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan harga gula kasar berjangka di New York  pada perdagangan selanjutnya masih akan berpotensi menguat dengan adanya perkiraan penurunan produksi dan hambatan produksi di negara-negara produsen gula.

Harga gula kasar berjangka di ICE Futures New York berpotensi mengetes level Resistance pada posisi 13,50 sen dan 13,90 sen. Sedangkan level Support yang akan dites jika terjadi penurunan harga ada pada posisi  12,60 sen dan 12,20 sen per pon.

 

Freddy/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here