IHSG 2 Februari Sesi 1 Masih Tertekan Pelemahan Bursa Global

274

Memasuki sesi 1 perdagangan IHSG Selasa (02/02), IHSG turun -32 poin atau -0,69% pada 4592,96. Pelemahan IHSG terdorong pelemahan bursa global akibat buruknya data manufaktur Tiongkok dan Eropa serta pelemahan harga minyak mentah.

Bursa Wall Street ditutup mixed pada penutupan perdagangan Selasa dinihari (02/02), merespon penurunan harga minyak dan data manufaktur Tiongkok yang lemah. Indeks Dow Jones ditutup turun 0,10 persen, di 16,449.18, dengan penurunan tertinggi saham Exxon Mobil. Indeks S & P 500 ditutup turun 0,04 persen, ke 1,939.38, dengan melemahnya sektor energi, keuangan dan industri. Indeks Nasdaq ditutup naik 0,14 persen, pada 4,620.37.

Demikian juga Bursa saham Eropa ditutup turun tertekan buruknya data pabrikan kawasan euro dan aktifitas manufaktur Tiongkok serta pelemahan minyak mentah

Sementara itu, pagi ini bursa Asia bergerak mixed, didominasi hasil negatif, dimana semua indeks utama di wilayah negatif, hanya indeks Shanghai yang positif. Bursa Asia tertekan buruknya manufaktur Tiongkok dan pelemahan harga minyak mentah.

IHSG siang ini tertekan oleh 7 sektor yang negatif, pelemahan tertinggi pada sektor Aneka Industri yang turun -2,04%. Pada sesi 1 siang ini tercatat 116 saham menguat, sedangkan 130 saham melemah. Sampai siang ini terjadi transaksi perdagangan sebanyak 2,02 miliar saham dengan nilai mencapai 3,11 triliun, dengan frekuensi perdagangan sebanyak 109,292 kali.

Diharapkan hari ini IHSG dapat dikuatkan kembali dengan optimisme ekonomi Indonesia dengan adanya pengakuan dari lembaga pemeringkat Moody’s bahwa Indonesia dianggap sebagai negara dengan level layak investasi (investment grade) stabil. Penguatan ekonomi juga datang dengan diumumkannya dan dilaksanakannya kebijakan ekonomi tahap IX oleh pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Optimisme ekonomi juga muncul dengan penguatan Rupiah. Terpantau siang ini kurs Rupiah menguat 0,39% pada 13,622 terhadap dollar AS.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan IHSG masih berpeluang menguat terbatas merespon optimisme ekonomi Indonesia. IHSG diperkirakan akan bergerak dalam kisaran Support 4558-4522, dan kisaran Resistance 4623-4657.

 

Freddy/VMN/VBN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here