Kekhawatiran Deflasi Muncul di Korea Selatan; Inflasi Turun Di Bawah 1%

667

Inflasi Korea Selatan tumbuh kurang dari 1 persen untuk pertama kalinya dalam tiga bulan, demikian dilaporkan Statistik Korea Selatan Selasa (02/02), membangkitkan kembali kekhawatiran tentang deflasi di negara ginseng tersebut.

Indeks harga konsumen naik 0,8 persen bulan lalu dari tahun sebelumnya, turun 0,5 persen dari kenaikan 1,3 persen bulan Desember, menurut laporan oleh Statistik Korea. Angka itu masih di bawah level 1 persen untuk 11 bulan berturut-turut sampai Oktober tahun lalu, namun mencapai 1 persen pada November dan 1,3 persen pada Desember.

south-korea-inflation-cpi

Inflasi inti, yang tidak termasuk harga minyak dan makanan, meningkat 1,9 persen dibandingkan dengan tahun lalu, turun 0,9 persen dari tahun lalu.

Statistik Korea menyatakan hasil tersebut disebabkan penurunan tajam dalam indeks harga akibat kenaikan harga rokok, yang memberikan kontribusi 0,58 persen sepanjang tahun lalu.

Pemerintah Seoul menaikkan harga tembakau 2.000 won ($ 1,66) per bungkus mulai pada awal tahun 2015 untuk kesehatan masyarakat dan alasan fiskal. “Sebagai dampak dari kenaikan harga rokok berakhir pada bulan Januari, indeks kehilangan lebih dari 0,5 persen,” kata Woo Young-jae, direktur divisi statistik harga di biro statistik.

Harga produk minyak bumi turun 10,3 persen secara tahunan yang menyeret harga turun ke seluruh sebesar 0,43 persen bulan lalu di tengah tren harga minyak dunia yang rendah.

Namun, sektor jasa, termasuk tagihan publik, melompat ke level tertinggi empat tahun dari 2,4 persen tahun lalu, mengimbangi penurunan tajam dalam rokok dan barang minyak bumi.

Laporan ini juga menunjukkan bahwa indeks harga “kebutuhan hidup”, yang mengukur biaya produk kunci dikonsumsi orang setiap hari, naik 0,2 persen pada laju tahunan bulan lalu, turun dari kenaikan 0,6 persen pada Desember.

 

Freddy/ VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here