IHSG 3 Februari Dibuka Negatif Tertekan Pelemahan Bursa Global

703

Indeks Harga Saham Gabungan pada pembukaan perdagangan Rabu (03/02) dibuka negatif, turun -33,89 poin atau -0,74% pada 4553,55. Pelemahan IHSG terdorong pelemahan bursa global akibat merosotnya harga minyak mentah.

Bursa Wall Street ditutup turun pada penutupan perdagangan Rabu dinihari (03/02), terganjal penurunan harga minyak. Indeks Dow Jones ditutup turun 1,80 persen, di 16,153.54, dengan penurunan tertinggi saham Goldman Sachs. Indeks S & P 500 ditutup turun 1,87 persen, pada 1,903.03, dengan sektor energi memimpin sembilan sektor yang lebih rendah . Indeks Nasdaq ditutup turun 2,24 persen, pada 4,516.95, denga penurunan Saham Apple.

Demikian juga Bursa saham Eropa ditutup turun tertekan pelemahan minyak mentah

Sementara itu, pagi ini bursa Asia dibuka negatif, terpengaruh pelemahan bursa Wall Street dan merosotnya harga minyak mentah..

Pada awal perdagangan saham Indonesia pagi ini, terpantau semua sektor saham berada di zona merah. Terpantau 38 saham menguat dan 112 saham melemah. Terjadi perdagangan saham sebanyak lebih dari 348 juta saham dengan nilai mencapai lebih dari 665 miliar rupiah, dengan frekuensi perdagangan sebanyak lebih dari 15300 kali.

Diharapkan hari ini IHSG dapat dikuatkan kembali dengan optimisme ekonomi Indonesia dengan adanya pengakuan peringkat investment grade Indonesia pada posisi stabil.

Setelah Lembaga Pemeringkat Moody’s Investors Service pada hari Kamis (28/01), mengafirmasi Sovereign Credit Rating Indonesia pada level layak investasi (investment grade), dengan peringkat  Baa3/stable outlook, maka pada Senin (01/02) kemarin, lembaga pemeringkat Japan Credit Rating Agency, Ltd. (JCR) kembali mengafirmasi peringkat Indonesia pada level layak investasi (investment grade).

Dalam siaran persnya, seperti yang dirilis di website Bank Indonesia, JCR memberikan afirmasi Sovereign Credit Rating Republik Indonesia pada BBB-/stable outlook. Beberapa faktor kunci yang mendukung keputusan afirmasi bagi sovereign credit rating Indonesia yaitu pertumbuhan ekonomi Indonesia yang solid ditopang oleh konsumsi domestik yang kuat, defisit fiskal yang terkendali dan pengelolaan utang pemerintah yang sehat, kondisi sektor perbankan yang relatif kuat, serta ketahanan terhadap tekanan eksternal.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan IHSG berpotensi melemah terbatas jika harga minyak terus merosot yang dapat menekan bursa global, namun diharapkan muncul optimisme ekonomi Indonesia dengan adanya pengakuan positif investment grade Indonesia. IHSG diperkirakan akan bergerak dalam kisaran Support 4520-4486, dan kisaran Resistance 4589-4623.

 

Freddy/VMN/VBN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here