Pemerintah Korsel Luncurkan Stimulus Menguatkan Ekspor dan Tenaga Kerja

563

Pemerintah Korea Selatan meluncurkan paket stimulus, termasuk tambahan tambahan 6 triliun won (US $ 4,94 juta) belanja publik, untuk meningkatkan ekonomi yang tertekan penurunan ekspor dan pengangguran usia muda yang tinggi, pada hari Rabu (03/02).

Paket stimulus tersebut diumumkan oleh kementerian keuangan, setelah ekspornya anjlok 18,5% secara tahunan pada bulan Januari, sebagai penurunan paling tajam selama lebih dari enam tahun. Ekspor menyumbang lebih dari 50% dari PDB, menurut Bank Dunia.

“Pemerintah akan mengerahkan segala cara dan sumber daya yang tersedia dalam rangka untuk meningkatkan konsumsi domestik dan ekspor pada kuartal pertama Maret dan untuk membantu menciptakan lapangan kerja baru,” kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan pers.

Paket ini akan meningkatkan anggaran pemerintah dan kebijakan pinjaman untuk bisnis selama periode tiga bulan dengan suntikan tambahan ₩ 21,5 triliun (US $ 17,4 miliar).

Belanja publik untuk kuartal pertama akan meningkat enam triliun won menjadi ₩ 144 triliun dan kebijakan pinjaman bank akan mendongkrak sebesar 15,5 triliun won untuk ₩ 115,9 triliun.

Hal ini juga akan memperpanjang program untuk pemotongan pajak konsumsi pada mobil penumpang, sampai Juni yang ditetapkan untuk berakhir pada akhir Desember.

Penjualan mobil dalam negeri anjlok 40% bulan lalu setelah Korea Selatan mengenakan kembali 1,5 persen pemotongan pajak konsumsi kendaraan.

“Kami berharap peningkatan ini untuk mendongkrak pertumbuhan 0,2 persen pada kuartal pertama”, kata Wakil Menteri Keuangan Lee Chan-Woo seperti dikutip oleh kantor berita Yonhap, Selasa. “Kita harus menjaga momentum hidup pada kuartal pertama sehingga perekonomian terus bergerak di dalam kuartal-kuartal berikutnya”, katanya.

Bank of Korea bulan lalu merevisi perkiraan pertumbuhan PDB turun dari 3,2% menjadi 3% untuk tahun ini, menghadapi faktor-faktor tanda-tanda perlambatan di Tiongkok sebagai pasar ekspor terbesar Korsel.

Tahun lalu, perekonomian Korea Selatan tumbuh pada kecepatan yang paling lambat sejak 2012 karena ekspor tersendat dalam menghadapi perlambatan global dan anjloknya harga minyak mentah. Tercatat Ekspor untuk seluruh tahun 2015 turun 8%, sebagai kontraksi pertama selama tiga tahun.

 

Freddy/VMN/VBN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here