Akhir Positif Bursa Seoul Terdorong Penguatan Harga Minyak Mentah dan Won

1261
indeks kospi

Pada penutupan perdagangan bursa saham Korea Selatan Kamis (04/02), indeks Kospi ditutup naik 25,59 poin, atau 1,35 persen, ke 1,916.26. Penguatan indeks Kospi terdorong penguatan harga minyak mentah dan penguatan mata uang Won.

Lihat : Awal Positif Indeks Kospi Terdorong Kenaikan Minyak Mentah dan Stimulus Ekspor

Harga minyak mentah terus menguat selama sesi Asia dengan minyak mentah berjangka AS naik 0,65 persen menjadi $ 32,49 per barel, menyusul peningkatan 8 persen sebelumnya selama sesi AS. Harga minyak mentah patokan global Brent naik 0,46 persen di $ 35,20 per barel setelah naik 7,1 persen semalam.

Sementara itu pelemahan dollar AS menguatkan mata uang Won Korea Selatan. Terpantau mata uang Won menguat 1% pada 1,187.22.

Penguatan Won akibat dollar AS melemah. Dolar tergelincir 1,65 persen semalam terhadap sekeranjang mata uang karena data ekonomi AS yang lemah menyarankan kenaikan suku bunga bulan Maret dari pernyataan anggota Federal Reserve, William Dudley, kelihatannya tidak mungkin. ISM non-manufaktur indeks ini membaca Januari datang di 53,5, di bawah yang diharapkan 55,1 dan angka terendah sejak Desember 2013.

Pada penutupan perdagangan sore ini, saham-saham yang menopang bursa Korsel adalah saham Sewoo Global naik 18,9%, saham Pharmicell naik 16,05%, saham Nexolon naik 15,83%, saham Daelim B Co naik 13,25%, saham Kctc naik 11,24%.

Sedangkan kemarin, pemerintah Korea Selatan meluncurkan paket stimulus, termasuk tambahan 6 triliun won (US $ 4,94 juta) belanja publik, untuk meningkatkan ekonomi yang tertekan penurunan ekspor dan pengangguran usia muda yang tinggi, pada hari Rabu (03/02). Paket stimulus tersebut diumumkan oleh kementerian keuangan, setelah ekspornya anjlok 18,5% secara tahunan pada bulan Januari, sebagai penurunan paling tajam selama lebih dari enam tahun. Ekspor menyumbang lebih dari 50% dari PDB, menurut Bank Dunia.

Sedangkan untuk indeks kospi berjangka terpantau turun -0,55 poin atau -0,24% pada posisi 233.05, turun dari penutupan sebelumnya pada 233.60.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan indeks Kospi pada selanjutnya berpotensi menguat terbatas dengan penguatan ekonomi Korea Selatan. Namun perlu diperhatikan harga minyak mentah, yang jika melemah akan menekan indeks Kospi. Indeks Kospi diperkirakan akan bergerak dalam kisaran Support 230.79-227.37 dan kisaran Resistance 236.27-239.69.

 

Freddy/ VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here