INTP Nekat Rencanakan Bangun Pabrik Baru Yang Bermasalah, Saham Masih Kuat

421

Pergerakan saham PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) perdagangan sesi terakhir hari Kamis (4/02) terpantau berusaha rally setelah perdagangan hari sebelumnya rebound dari pelemahan berturut sejak awal pekan. INTP tetap bergerak positif meski baru-baru ini diberitakan akan meneruskan rencana pembangunan pabrik semen yang sedang diperkarakan.

Pada tanggal 17 November 2015, gugatan rakyat Pati-Jawa Timur untuk membatalkan pembangunan pabrik semen didaerah tersebut dikabulkan oleh PTUN Surabaya. Namun INTP berjuang terus malalui jalur hukum dan akan naik banding atas keputusan PTUN tersebut. INTP beralasan persiapan pembangunan semen di Pati tersebut sudah 9 tahun.

Disisi lain INTP juga sedang membangun pabrik semen semen terintegrasi yang akan selesai dalam waktu dekat. Pabrik yang menggunakan  teknologi brownfield (pabrik P14) di Kompleks Pabrik Citereup, Bogor ini berkapasitas 4,4 juta ton per tahun dengan biaya investasi  sekitar Rp5-6 triliun. Sehingga mampu menampung kebutuhan proyek infrastruktur yang marak dikerjakan kedepannya. 

Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada Kamis (4/02) saham INTP dibuka  kuat pada  level 19250  setelah perdagangan sebelumnya ditutup di posisi 19225. Saham kini bergerak kuat 1 persen di posisi  19500 dalam kisaran 19600-19200 dengan volume perdagangan saham sudah mencapai 24 ribu lot saham.

Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham INTP berhasil rebound sebelumnya dengan  indikator MA  masih bergerak turun  dan  indikator Stochastic mulai bergerak naik di  area tengah. Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak datar  didukung oleh +DI yang  bergerak turun  yang menunjukan pergerakan INTP dalam potensi koreksi.

Namun dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi rekomendasi trading hingga akhir pekan pada target level support di level Rp18300 hingga target resistance di level Rp19600.

 

 

Lens Hu/VMN/VB/ Senior Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here