Harga Batubara Rotterdam Akhir Pekan Tergerus Pelemahan Minyak Mentah

255

Pada akhir perdagangan akhir pekan Sabtu dini hari (06/02), harga batubara Rotterdam turun tertekan pelemahan harga minyak mentah.

Harga minyak mentah berada dalam perdagangan sideways dan ditutup turun pada penutupan perdagangan akhir pekan Sabtu dinihari (06/02), dengan adanya tarik menarik berita spekulasi tentang kemungkinan kesepakatan pemotongan pasokan antara produsen minyak dengan dengan kekhawatiran tentang kelebihan pasokan yang meningkat.

Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate ditutup turun 83 sen, atau 0,1 persen, pada $ 30,89 per barel, setelah menyentuh sesi tinggi $ 32,45. Minyak mentah WTI terakhir diperdagangkan turun 87 sen pada $ 30,85 per barel.

Harga minyak mentah AS turun lebih dari 8 persen pada pekan ini setelah dua minggu berturut-turut naik.

Sedangkan harga minyak mentah berjangka patokan global Brent turun 40 sen, atau 1,2 persen pada $ 34,06 per barel, setelah diperdagangkan antara $ 35,14 dan $ 33,81 per barel. Minyak mentah Brent terakhir diperdagangkan turun 44 sen pada $ 34,02.

Dengan merosotnya harga minyak mentah tersebut, harga batubara Rotterdam berjangka untuk kontrak paling aktif yaitu kontrak bulan Februari 2016 berada di posisi 44,15 dollar per ton. Harga komoditas tersebut mengalami penurunan sebesar -0,35 dollar atau setara dengan -0,79 persen dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya.

Sementara itu harga batubara kontrak SGX IHS McCloskey Indonesian Sub-Bit FOB Index Futures bulan Februari 2016 ditransaksikan pada posisi 36,50 dollar per ton.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan harga batubara berjangka Rotterdam pada perdagangan selanjutnya masih akan dipengaruhi oleh kinerja harga minyak mentah. Melemahnya harga komoditas ini diperkirakan akan berlangsung terus akibat permintaan global yang masih sangat lemah dan pelemahan lanjutan harga minyak mentah

Harga batubara berjangka berpotensi mengetes level support pada posisi 43,65 dollar dan support kedua di level 43,15 dollar. Sedangkan level resistance yang akan dites jika terjadi peningkatan harga ada pada posisi 44,65 dollar dan 45,15 dollar.

 

Freddy/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here