Harga Kakao ICE Akhir Pekan Menguat Dengan Kekuatiran Produksi

281

Harga kakao berjangka ICE Futures akhir pekan menguat pada akhir perdagangan Sabtu dinihari (06/02). Kenaikan harga kakao berasal dari kekhawatiran hambatan produksi di Afrika Barat.

Seperti yang dirilis Commerzbank memperkirakan terjadinya kemerosotan untuk produsen top Pantai Gading pada pertengahan panen yang berjalan dari April sampai September, karena angin gurun Harmattan, yang telah kuat tahun ini daripada telah selama beberapa dekade.

Demikian juga untuk negara Ghana, perlu dilakukan berbagai perbaikan untuk meningkatkan produksi kakao di negara produsen terbesar kedua dunia tersebut. Ghana Cocoa Board (COCOBOD) telah meningkatkan distribusi bibit kakao gratis  sebanyak 50 juta-60 juta untuk petani di seluruh negeri. Langkah ini adalah untuk memastikan bahwa setiap petani mendapatkan akses bibit gratis untuk menanam kembali serta meningkatkan produksi kakao di negara itu dari saat ini 850.000 ton menjadi 1,5 juta ton.

Di akhir perdagangan dini hari tadi harga kakao berjangka kontrak Maret 2016 yang merupakan kontrak paling aktif terpantau ditutup dengan membukukan peningkatan. Harga komoditas tersebut ditutup naik sebesar 8 dollar atau 0,29 persen pada posisi 2.772  dollar per ton.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa harga kakao berjangka untuk perdagangan selanjutnya akan bergerak dalam kecenderungan menguat dengan perkiraan masih adanya kekuatiran hambatan produksi di negara-negara produsen kakao.

Untuk perdagangan selanjutnya harga kakao berjangka di ICE Futures New York berpotensi untuk mengetes level resistance pada posisi 2.820 dollar. Jika level resistance tersebut berhasil ditembus level selanjutnya adalah 2.870 dollar. Sedangkan level support yang akan dites jika terjadi koreksi ada pada 2.720 dollar dan 2.670 dollar.

 

Freddy/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here