Harga Minyak Mentah Masih Turun Dalam Perdagangan Asia

292

Harga minyak mentah berjangka turun pada awal perdagangan Asia, Senin, setelah pertemuan antara produsen OPEC Arab Saudi dan Venezuela untuk membahas koordinasi harga berakhir dengan sedikit tanda-tanda akan ada langkah-langkah yang diambil untuk meningkatkan harga.

Harga minyak mentah berjangka WTI turun 2 sen di $ 30,87. Pada Jumat, harga WTI turun 83 sen menjadi $ 30,89 per barel.

Sedangkan harga minyak mentah berjangka patokan global Brent, turun 9 sen menjadi $ 33,97 pada 0039 GMT. Brent turun 40 sen menjadi $ 34,06 per barel pada hari Jumat.

Kedua kontrak naik sedikit sebelumnya pada hari Senin dalam perdagangan berombak pada volume rendah.

Menteri Perminyakan Arab Saudi Ali al-Naimi berbicara tentang kerjasama antara anggota Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan produsen minyak lainnya untuk menstabilkan pasar minyak global dengan rekannya Venezuela pada hari Minggu, tapi tidak ada kesepakatan untuk mengadakan pertemuan awal pemasok.

Menteri Perminyakan Venezuela Eulogio Del Pino, yang pada tur produsen minyak untuk melobi tindakan untuk menopang harga, menyatakan pertemuannya dengan Naimi adalah “produktif.”

Prospek menahan diri pasokan membantu harga minyak naik dari posisi terendah 12-tahun bulan lalu, meskipun ada skeptisisme luas bahwa kesepakatan akan terjadi.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan harga minyak berpotensi melemah dengan kekuatiran kelebihan pasokan, namun jika harapan kesepakatan Rusia dan OPEC kembali menguat dan dilaksanakan, akan dapat mengangkat harga minyak mentah. Harga diperkirakan akan menembus level Support $ 30,50-$ 30,00, dan jika harga naik akan menembus level Resistance $ 31,50-$ 32,00.

 

Freddy/VMN/VBN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here