Harga Batubara Rotterdam Kembali Tergerus Pelemahan Minyak Mentah

233

Pada akhir perdagangan Rabu dini hari (10/02), harga batubara Rotterdam melemah tertekan anjloknya harga minyak mentah.

Harga minyak mentah sempat jatuh hampir 8 persen pada perdagangan Selasa (09/02), karena melemahnya pasar saham global dan perkiraan pembengkakan persediaan minyak mentah AS yang tinggi menghadapi ekspektasi bahwa permintaan global tidak akan tumbuh cukup cepat untuk menghapus kelebihan minyak mentah dalam waktu dekat.

Harga sedikit berubah dalam perdagangan setelah American Petroleum Institute (API) melaporkan kenaikan stok minyak mentah pekan lalu.

Persediaan minyak mentah naik 2,4 juta barel dalam pekan sampai 5 Februari menjadi 503.400.000, dibandingkan dengan ekspektasi analis untuk kenaikan 3,6 juta barel. Persediaan minyak mentah di Cushing, Oklahoma, titik pengiriman naik 715.000 barel, kata API.

Harga minyak mentah berjangka WTI turun $ 1,75 atau 5,89 persen, pada $ 27,94 per barel. Sedangkan harga minyak mentah berjangka Brent turun $ 2.04, atau 6.17 persen di $ 30,85 per barel.

Dengan pelemahan harga minyak mentah tersebut, harga batubara Rotterdam berjangka untuk kontrak paling aktif yaitu kontrak bulan Februari 2016 berada di posisi 43,70 dollar per ton. Harga komoditas tersebut mengalami penurunan sebesar -0,45 dollar atau setara dengan -1,02 persen dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya.

Sementara itu harga batubara kontrak SGX IHS McCloskey Indonesian Sub-Bit FOB Index Futures bulan Februari 2016 ditransaksikan pada posisi 36,50 dollar per ton.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan harga batubara berjangka Rotterdam pada perdagangan selanjutnya masih akan dipengaruhi oleh kinerja harga minyak mentah. Melemahnya harga komoditas ini diperkirakan akan berlangsung terus akibat permintaan global yang masih sangat lemah dan pelemahan lanjutan harga minyak mentah

Harga batubara berjangka berpotensi mengetes level support pada posisi 43,20 dollar dan support kedua di level 42,70 dollar. Sedangkan level resistance yang akan dites jika terjadi peningkatan harga ada pada posisi 44,20 dollar dan 44,70 dollar.

 

Freddy/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here