Kondisi Dollar Sesi Eropa 10/2/16 Berhasil Rebound Menanti Pidato Yellen

269

Pergerakan  dollar AS pada perdagangan sesi Eropa hari Rabu  (10/02) berhasil membalikkan arah pergerakan yang sejak awal pekan lalu alami pergerakan yang buruk dan mengecewakan. Kekhawatiran pasar beberapa hari ini mulai mereda kembali oleh naiknya kembali harga minyak mentah yang juga akan semakin naik oleh data EIA malam ini.

Diawal perdagangan dollar anjlok ke posisi terendah sejak Oktober 2015 terhadap euro dan swissfranc serta melanjutkan pelemahan terhadap yen sejak November 2014 yang disebabkan sentimen perdagangan sebelumnya, dimana harga minyak mentah jatuh ke kisaran US$28 per barel.

Hingga perdagangan sesi Eropa harga minyak mentah bergerak naik khususnya minyak WTI AS meskipun masih di kisaran US$28 per barel.  Sentimen harga minyak tersebut sedikit memberikan tenaga terhadap penguatan dollar yang baru menguat terhadap euro dan swissfranc, terhadap rival-rival utamanya masih lemah. Namun terhadap yen meski sedang melemah namun pair USDJPY berupaya menanjak kembali.

Malam nanti akan dirilis data pasokan minyak mentah AS periode pekan lalu yang diperkirakan menunjukkan penurunan pasokan sehingga berpotensi mengangkat harga minyak mentah dan juga dollar. Namun sentimen kuat yang mengangkat dollar sore ini datang dari pidato Yellen dihadapan kongres AS, dimana pasar masih berharap sikap positif the Fed akan prospek kenaikan suku bunga lanjutannya tahun ini.

Untuk pergerakannya di pasar spot terkini, indeks dollar yang mengukur kekuatan dollar AS terhadap rival utamanya naik  0,01 persen  setelah dibuka   pada 96,00  awal sesi Asia, dan  kini bergerak pada kisaran 96,09 (09:33:00 GMT). Untuk pergerakan selanjutnya analyst Vibiz Research Center memperkirakan indeks bergerak dalam kisaran resisten 96,26 – 97,10  serta kisaran support  pada 95,78-94,00.

 

 

Joel/VMN/VBN/Senior Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here