Penjualan Eceran Indonesia Desember 2015 Meningkat

281

Penjualan Eceran Indonesia secara tahunan meningkat pada Desember 2015. Penjualan eceran yang diukur dalam Indeks Penjualan Riil (IPR) bulan Desember 2015 tumbuh 10,4% (yoy), lebih tinggi dibandingkan 9,7% (yoy) pada November 2015. Demikian rilis yang disampaikan oleh Bank Indonesia, Rabu (10/02).

Peningkatan IPR Desember 2015 terutama didorong oleh pertumbuhan penjualan kelompok non makanan yang meningkat dari 4,6% (yoy) menjadi 7,0% (yoy). Kelompok non makanan tersebut terutama bahan bakar kendaraan bermotor yang naik dari -32,7% (yoy) menjadi -22,3% (yoy), dan perlengkapan rumah tangga lainnya yang naik dari 6,4% (yoy) menjadi 14,9% (yoy). Peningkatan penjualan diindikasikan sejalan dengan meningkatnya permintaan menjelang Natal dan Tahun Baru serta liburan akhir tahun.

indeks penjualan riil 2015

Sumber : Bank Indonesia

Secara bulanan IPR juga tumbuh 6,5% (mtm), dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 0,2% (mtm), yang didukung oleh kelompok rumah tangga lainnya yang naik 16,9% (mtm) terutama penjualan produk elektronik selain audio video. Peningkatan penjualan diindikasikan sejalan dengan meningkatnya permintaan menjelang Natal dan Tahun Baru serta liburan akhir tahun. 

Pertumbuhan penjualan riil pada Januari 2016 diperkirakan meningkat (11,7%, yoy). Peningkatan pertumbuhan terjadi pada beberapa kelompok barang dengan peningkatan terbesar pada kelompok peralatan informasi dan telekomunikasi. Peningkatan tersebut didorong oleh munculnya beberapa varian produk baru pada awal tahun.

Survei juga mengindikasikan bahwa tekanan kenaikan harga pada Maret 2016 diperkirakan menurun. Indikasi ini terlihat dari Indeks Ekspektasi Harga (IEH) 3 bulan mendatang yang tercatat sebesar 131,2, lebih rendah dari 144,8 pada bulan sebelumnya.

Secara regional, pertumbuhan penjualan eceran tertinggi Desember 2015 terjadi di Bandung sebesar 28,6% (yoy), selanjutnya di Manado 13,9% (yoy), dan terendah di Banjarmasin -38,3% (yoy).

Demikian juga untuk periode Januari 2016, pertumbuhan tahunan tertinggi di Bandung 27,7% (yoy), selanjutnya Medan 3,8% (yoy), dan terendah di Banjarmasin -39,4% (yoy).

 

Freddy/VMN/VBN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here