Harga Gula ICE Turun Tertekan Pelemahan Real Brazil dan Minyak Mentah

314

Harga gula berjangka di bursa komoditas ICE Futures New York Kamis dini hari (11/02) ditutup turun, tertekan pelemahan mata uang Real Brazil dan pelemahan harga minyak mentah.

Harga gula turun tertekan lemahnya mata uang Real Brazil. Pada akhir perdagangan mata uang dinihari tadi, pasangan mata uang USDBRL menguat 1,12% pada 3.9255, menandakan terjadi pelemahan Real Brazil.

Harga minyak mentah bergerak sideways pada perdagangan hari Rabu kemarin, namun akhirnya ditutup turun untuk minyak mentah AS dan naik untuk minyak mentah Brent, karena kekhawatiran kekenyangan pasokan global mengimbangi data yang menunjukkan kejutan penurunan persediaan minyak mentah AS.

Harga minyak mentah Brent naik lebih dari $ 1 ke $ 31,90 per barel setelah laporan EIA, tapi kemudian mengurangi kenaikan untuk $ 31,06, naik 73 sen dari penutupan sebelumnya. Sedangkan Harga minyak mentah berjangka WTI ditutup turun 49 sen, atau 1,75 persen, pada $ 27,45 per barel.

Para pedagang mengantisipasi bahwa harga minyak yang lebih rendah akan mendorong produsen tebu lebih memilih mengkonversi tebu menjadi gula dibandingkan etanol.

Pelemahan harga gula juga terpengaruh dengan liburnya pasar Brazil memperingati Ash Wednesday dan pasar Tiongkok merayakan Tahun Baru Imlek.

Pada penutupan perdagangan dini hari tadi harga gula berjangka untuk kontrak paling aktif yaitu kontrak Maret 2016 terpantau mengalami penurunan. Harga gula berjangka paling aktif tersebut ditutup melemah sebesar -0,01 sen atau setara dengan -0,07 persen pada posisi 13,38 sen per pon.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan harga gula kasar berjangka di New York  pada perdagangan selanjutnya masih akan mixed. Pelemahan dollar AS karena komentar Yellen dapat mengangkat Real Brazil. Namun potensi penurunan harga minyak mentah masih ada dengan kekenyangan pasokan minyak mentah global.

Harga gula kasar berjangka di ICE Futures New York berpotensi mengetes level support pada posisi 13,00 sen dan 12,60 sen. Sedangkan level resistance yang akan dites jika terjadi peningkatan harga ada pada posisi  13,80 sen dan 14,20 sen per pon.

 

Freddy/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here