Harga Minyak Mentah Merosot di Sesi Asia

288

Harga minyak mentah merosot pada hari Kamis (11/02) tertekan peningkatan persediaan minyak mentah AS dan kekhawatiran tentang perlambatan ekonomi global dan pernyataan Goldman Sachs yang menyatakan harga akan tetap rendah dan stabil hingga paruh kedua tahun ini.

Persediaan pada titik pengiriman Cushing, Oklahoma untuk minyak mentah berjangka AS naik menjadi 65 juta barel, data dari pemerintah Energy Information Administration (EIA) yang ditunjukkan pada hari Rabu.

Kelebihan pasokan minyak, bersama-sama dengan perlambatan ekonomi di Tiongkok, membuat harga akan tetap rendah hingga paruh kedua tahun ini, Goldman Sachs mengatakan dalam sebuah catatan kepada klien.

“Kami berharap harga minyak akan terus berfluktuasi antara $ 20 per barel (tingkat stres operasional) dan $ 40 per barel (tingkat stres keuangan) dengan volatilitas yang signifikan dan tidak ada tren harga sampai 2H2016,” tambahnya.

Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) berada di $ 26,96 per barel, turun 49 sen. Sedangkan harga minyak mentah berjangka patokan Brent diperdagangkan pada $ 30,62 per barel pada 0117 GMT, turun 22 sen.

Harga minyak telah jatuh hampir 75 persen sejak pertengahan 2014 dengan produsen memproduksi 1-2 juta barel minyak mentah setiap hari lebih dari permintaan, seiring perekonomian Tiongkok tumbuh pada tingkat terendah dalam satu generasi.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan harga minyak berpotensi turun dengan sentimen kelebihan pasokan global. Namun bisa terangkat jika langkah maju mencapai kesepakan pemotongan produksi oleh produsen minyak OPEC dan non-OPEC dapat dicapai. Harga diperkirakan akan menembus level Support $ 26,50-$ 26,00, dan jika harga naik akan menembus level Resistance $ 27,50-$ 28,00.

 

Freddy/VMN/VBN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here