Bursa Seoul Ditutup Naik Terdorong Hasil Risalah The Fed dan Kenaikan Minyak Mentah

277
indeks kospi

Pada penutupan perdagangan bursa saham Korea Selatan Kamis (18/02), indeks Kospi berakhir positif, ditutup naik 24,90 poin, atau 1,32 persen, pada 1,908.84. Penguatan indeks Kospi terpicu hasil risalah FOMC yang mengisyaratkan penundaan kenaikan suku bunga dalam waktu dekat ini dan kenaikan harga minyak mentah.

Lihat :Indeks Kospi Berawal Positif Terbantu Kenaikan Wall Street dan Minyak Mentah

Risalah dari pertemuan terbaru tadi malam Federal Reserve AS menunjukkan pembuat kebijakan mempertimbangkan untuk mengubah rencana mereka untuk kenaikan suku bunga pada tahun 2016.

“Jika pengetatan terbaru dari kondisi keuangan global berkelanjutan, itu bisa menjadi faktor memperkuat risiko penurunan” untuk ekonomi, menurut risalah pertemuan kebijakan bank sentral AS ini pada 26-27 Januari.

Hasil risalah ini mensinyalkan kenaikan suku bunga AS tidak dilakukan dalam waktu dekat ini. Diperkirakan yang sebelumnya direncanakan oleh The Fed bisa terjadi empat kali kenaikan suku bunga, maka bisa lebih kecil dari itu bahkan mungkin tidak terjadi dalam tahun ini.

Siang ini dalam sesi Asia, harga minyak mentah menguat. Harga minyak mentah berjangka AS kontrak Maret naik 2,05 persen di $ 31,29 per barel pada 03:20 HK / SIN, sedangkan harga minyak mnetah berjangka patokan global Brent naik 0,78 persen menjadi $ 34,77.

Pada penutupan perdagangan saham hari ini, saham-saham yang naik tertinggi adalah saham E Film yang naik 23,38%, saham Chungho Comnet naik 20,74%, saham Dongaone naik 17,49%, saham Kolao naik 13,3%, saham Daesang Hldg naik 11,16%.

Sementara untuk indeks kospi berjangka terpantau naik 2,10 poin atau 0,90% pada posisi 234.60, naik dari penutupan sebelumnya pada 232.50.

Esok pagi akan dirilis data indikator ekonomi yang diperkirakan mixed. Data PPI (MoM) Januari diperkirakan melemah dari hasil sebelumnya. Sedangkan data PPI (YoY) Januari diperkirakan sedikit menguat dari hasil sebelumnya.

Malam nanti akan dirilis data indikator ekonomi Initial Jobless Claim, yang diindikasikan meningkat. Jika hasil ini terealisir akan dapat menekan bursa Wall Street.

Demikian juga malam nanti akan dirilis data persediaan minyak mentah mingguan AS, yang diindikasikan meningkat. Jika terealisir akan menekan harga minyak mentah.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan pada perdagangan selanjutnya, indeks Kospi berpotensi melemah terbatas, jika bursa Wall Street dan harga minyak terealisir melemah, sementara data indikator ekonomi mixed. Indeks Kospi diperkirakan akan bergerak dalam kisaran Support 231.31-228.40 dan kisaran Resistance 237.29-240.37.

 

Freddy/ VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here