Harga Batubara Rotterdam Menguat Terdorong Kenaikan Minyak Mentah

394

Pada akhir perdagangan Kamis dini hari (18/02), harga batubara Rotterdam menguat, terbantu penguatan harga minyak mentah.

Harga minyak mentah AS naik signifikan pada penutupan perdagangan Kamis dinihari (18/02),  setelah penurunan tak terduga dalam persediaan minyak mentah. Persediaan minyak mentah turun 3,3 juta barel dalam pekan sampai 12 Februari menjadi 499.100.000, dibandingkan dengan ekspektasi analis untuk kenaikan 3,9 juta barel.  Persediaan  minyak mentah di titik pengiriman Cushing, Oklahoma, turun 175.000 barel, kata API.

Harga minyak mentah berjangka telah rebound dari level terendah dalam belasan tahun, melonjak setelah Iran menyuarakan dukungan untuk ikut menahan pasokan di pasar yang kelebihan pasokan, mengikuti Rusia dan Arab Saudi. Menteri Perminyakan Iran Bijan Zanganeh bertemu rekan-rekan dari Venezuela, Irak dan Qatar di Teheran selama lebih dari dua jam, Rabu, mengatakan usulan penurunan produksi harus menjadi langkah pertama menuju menstabilkan pasar.

Harga minyak mentah WTI kontrak Maret naik 5,58 persen atau $ 1,62, pada $ 30,66 per barel. Sedangkan Harga minyak mentah Brent naik $ 2,70, atau 8,39 persen, pada $ 34,88 per barel.

Harga batubara berhasil mengikuti sentimen positif yang terjadi di pasar minyak mentah. Sebagai bahan bakar alternatif kenaikan harga minyak mentah memberikan dorongan yang searah pada harga batubara berjangka.

Di akhir perdagangan harga batubara Rotterdam berjangka untuk kontrak paling aktif yaitu kontrak bulan April 2016 berada di posisi 42,50 dollar per ton. Harga komoditas tersebut mengalami penguatan sebesar 0,75 dollar atau setara dengan 1,80 persen dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya.  

Sementara itu harga batubara kontrak SGX IHS McCloskey Indonesian Sub-Bit FOB Index Futures bulan Februari 2016 hari ini ditransaksikan pada posisi 36,50 dollar per ton.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan harga batubara berjangka Rotterdam pada perdagangan selanjutnya berpotensi menguat, dengan potensi kenaikan minyak mentah yang didukung harapan kesepakatan pemotongan produksi negara-negara OPEC dan non OPEC. Namun jika data persediaan minyak mentah mingguan nanti malam meningkat, harga minyak akan turun dan menekan juga harga batubara.

Harga batubara berjangka berpotensi mengetes level Support pada posisi 42,00 dollar dan Support kedua di level 41,50 dollar. Sedangkan level Resistance yang akan dites jika terjadi kenaikan harga ada pada posisi 43,00 dollar dan 43,50 dollar.

 

Freddy/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here