Bursa Tokyo Berakhir Negatif Terganjal Penguatan Yen

344

Di akhir perdagangan bursa saham Jepang Jumat (19/02), indeks Nikkei berakhir negatif, ditutup turun –229,63 poin, atau -1,42 persen dari Kamis, di 15,967.17. Pelemahan indeks Nikkei terganjal penguatan Yen.

Lihat : Indeks Nikkei Akhir Pekan Dibuka Tertekan Penguatan Yen

Pada perdagangan saham sore ini, kurs Yen menguat terhadap dolar dengan pasangan dolar-yen jatuh 0,14 persen menjadi 113,07 pada 03:10 waktu HK/SIN. Sebelumnya, pasangan ini jatuh ke sesi rendah dari 112,69.

Dengan pelemahan Yen, saham-saham eksportir ditutup melemah. Saham-saham Toyota, Nissan, dan Sony turun antara 2,53 persen hingga 2,93 persen. Penguatan yen adalah negatif bagi eksportir karena mengurangi keuntungan mereka di luar negeri bila dikonversi ke dalam mata uang lokal.

Saham Trend Micro menjadi pecundang terbesar turun 14,23 persen, sebagai penurunan terbesar dalam indeks Nikkei. Semalam, pembuat perusahaan perangkat lunak keamanan tersebut mengumumkan hasil pendapatan kuartal keempat dan pendapatan konsolidasi untuk tahun fiskal 2015, yang berakhir 31 Desember. Untuk tahun fiskal dari 1 Januari 2015 sampai dengan 31 Desember 2015, laba bersih perusahaan adalah ¥ 21430000000 ($ 189 juta) turun 3,9 persen pada tahun.

Sedangkan untuk indeks Nikkei berjangka terpantau naik 50 poin atau 0,31% pada 16,030, turun dari perdagangan sebelumnya pada 15,980.

Pada Senin pagi mendatang akan dirilis data Nikkei Manufacturing PMI Flash Februari, yang diperkirakan menurun dari hasil sebelumnya.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, indeks Nikkei diperkirakan berpotensi melemah terbatas dengan penguatan Yen dengan terjadinya pelemahan bursa Asia. Namun perlu diperhatikan pergerakan bursa Wall Street dan bursa Eropa akhir pekan, yang jika melemah akan semakin menguatkan Yen, namun sebaliknya jika menguat dapat melemahkan Yen. Secara teknikal Indeks Nikkei akan bergerak dalam kisaran Support 15,433-14,975, dan kisaran Resistance 16,419-16,947.

 

Freddy/ VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here